
TURKINESIA.NET – MISRATA. Sebuah kapal Turki yang mengangkut obat-obatan ke pelabuhan Misrata di Libya ditahan pada 8 Desember oleh pasukan yang setia kepada panglima perang Libya, Khalifa Haftar.
Pasukan Haftar menahan kapal tersebut dan 17 awaknya, termasuk sembilan warga Turki, mengklaim bahwa mereka tidak mematuhi instruksi.
Ahmed Al-Mismari, juru bicara Haftar mengatakan di akun media sosialnya bahwa kapal kargo komersial berbendera Jamaika, Mebruka, yang pemiliknya dinyatakan sebagai seorang warga Turki, ditangkap oleh milisi Haftar. Milisi mengklaim kapal itu memasuki daerah terlarang dan tidak menanggapi panggilan dan mundur ke pelabuhan Ras al-Hilal.
Al-Mismari menambahkan bahwa kapal itu “diselidiki dan diperiksa karena melanggar aturan dan hukum maritim”.
Ia pun mengatakan kepada saluran televisi Al-Hadath bahwa kapal tersebut sarat dengan obat-obatan untuk dibawa ke Misrata namun memasuki kawasan terlarang.
Dia mengklaim bahwa mereka telah menelepon ke kapal itu tetapi tidak menerima tanggapan.
“Kami mendekati kapal dengan perahu dan menaikinya” kata Mismari.
Kapten tidak mengikuti prosedur dan kapal memasuki area terlarang tanpa izin, katanya. Ia menambahkan bahwa tidak ada senjata di kapal.
Menurut informasi yang diperoleh Anadolu Agency, kondisi awak kapal dalam kondisi baik.
Sumber mengatakan prosedur telah diterapkan pada kapal lain di wilayah tersebut tetapi tidak ada kapal yang disita dan diperkirakan akan ada hukuman karena memasuki wilayah yang salah.
Libya telah dilanda perang sipil sejak penggulingan penguasa Muammar Gaddafi pada 2011.
Pemerintah Kesepakatan Nasional Libya yang berbasis di ibu kota Tripoli dan saat ini dipimpin oleh Perdana Menteri Fayez al-Sarraj, didirikan pada tahun 2015 di bawah perjanjian yang dipimpin PBB, tetapi upaya penyelesaian politik jangka panjang gagal karena serangan militer oleh Haftar.
Pemerintahan Al-Sarraj yang juga didukung oleh Turki, diakui oleh PBB sebagai otoritas sah Libya.
Tripoli telah memerangi milisi Haftar sejak April 2019 dalam konflik yang telah merenggut ribuan nyawa.
Sumber: Anadolu Agency English





