Sunday, April 19, 2026
Eropa

Yunani perkuat militer untuk hadapi Turki, borong 18 jet tempur Prancis, fregat dan tambah 15 ribu tentara

TURKINESIA.NET – ATHENA. Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis mengatakan akan memperkuat militernya dengan persenjataan baru, pasukan, dan mengembangkan industri pertahanannya sebagai respon ketegangan dengan negara tetangganya Turki sehingga telah memicu kekhawatiran konflik terbuka antara kedua sekutu NATO tersebut.

“Sudah waktunya untuk menyeimbangkan antara kebutuhan dan kemampuan,” kata dia saat berpidato di Thessaloniki Helexpo Forum, Sabtu.

“Saatnya untuk memperkuat angkatan bersenjata kita demi keamanan negara, tetapi juga sebagai kewajiban utama kepada orang-orang Yunani yang akan melaksanakannya,” tambah Mitsotakis.

PM Yunani itu mengumumkan enam langkah untuk melipatgandakan kekuatan, operasi, dan efisiensi Angkatan Bersenjata Yunani.

Mengutip Anadolu Agency, Enam langkah itu mencakup penggantian pesawat tua dengan 18 pesawat tempur Rafale, empat frigat angkatan laut tugas ganda baru, senjata anti-tank baru, dan torpedo tipe berat dan peluru kendali; penambahan 15.000 staf pria dan wanita dengan masa jabatan lima tahun; mengaktifkan kembali industri pertahanan dan angkatan bersenjata yang akan memperkuat operasi digital untuk menghadapi serangan siber tipe hibrida.

Sebelumnya, pada Senin, juru bicara pemerintah Yunani Stelios Petsas mengatakan bahwa pemimpin Turki mengeluarkan ancaman perang hampir setiap hari dan membuat pernyataan provokatif terhadap Yunani.

Merespon sikap Turki itu, Yunani menanggapi dengan kesiapan politik, diplomatik dan operasional, dan bertekad untuk melakukan apa pun yang diperlukan untuk melindungi hak berdaulatnya.

Lebih jauh Pestas mengatakan bahwa Perdana menteri Kyriakos Mitsotakis dalam pidato ekonomi tahunan telah mengumumkan rincian rencana untuk meng-upgrade militer negaranya.

“Kami berhubungan dengan negara-negara yang bersahabat untuk memperkuat peralatan angkatan bersenjata kami,” urai Petsas.

Pekan lalu, Yunani menghasilkan 2,5 miliar euro dalam lelang obligasi karena negara tersebut berupaya meningkatkan pengeluaran militernya.

Dikutip Al-Jazeera, Selasa (8/9), Ankara saat ini bersiap menghadapi Yunani dan Siprus karena hak eksplorasi minyak di Mediterania timur.  Kedua negara sama-sama telah mengerahkan angkatan laut dan angkatan udara untuk menegaskan klaim mereka bersaing di wilayah tersebut.

Pada Senin lalu, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyebut angkatan bersenjata Yunani “bobrok” dan meminta Athena untuk berdialog dengan Turki. Dia juga mengkritik Uni Eropa yang mendukung Yunani dalam perselisihan tersebut.

“Saya menyarankan mereka, yang alih-alih duduk di sekitar meja bersama kami berdialog, tapi justru menunjukkan pembangkangan dengan pasukan militer mereka yang bobrok untuk secara berhati-hati memeriksa upaya kami selama empat tahun terakhir,” kata Erdogan setelah pertemuan kabinet.

“Turki akan terus mengikuti kebijakan yang ditentukan dan aktif di Mediterania timur,” tambahnya.

Sabtu lalu, Erdogan memperingatkan Yunani untuk bersedia memulai pembicaraan mengenai konflik klaim teritorial Mediterania timur atau menghadapi konsekuensinya.

“Mereka akan memahami bahasa politik dan diplomasi, atau di lapangan dengan pengalaman yang menyakitkan,” ujar Erdogan.

Pada Senin, seorang pejabat senior NATO bertemu dengan Menteri Pertahanan Turki, Hulusi Akar, dan pejabat militer senior di Ankara. Mereka membahas mengenai kebuntuan negosiasi dengan Yunani yang bertujuan untuk menghindari risiko perang terbuka di antara kedua sekutu tersebut.

Kementerian Pertahanan Turki menyatakan, dia menyampaikan kepada Ketua Komite Militer NATO, Jenderal Stuart Peach, bahwa Turki mendukung inisiatif NATO dengan mementingkan “dialog dan hubungan bertetangga yang baik” untuk penyelesaian masalah, tapi negara itu juga bertekad untuk melindungi hak-haknya di Mediterania timur.

Untuk diketahui Yunani dan Turki sudah berada di ambang perang tiga kali sejak pertengahan 1970-an, termasuk hak eksplorasi di Laut Aegea.

Ketegangan baru-baru ini meningkat karena masalah eksplorasi energi di Mediterania Timur. Yunani dan negara-negara lain mencoba untuk menguasai wilayah maritim Turki dan hak eksplorasi energi, meski tidak ada negara yang memiliki garis pantai yang lebih panjang di kawasan Mediterania.

Turki secara konsisten menentang upaya Yunani untuk mendeklarasikan zona ekonomi eksklusif yang sangat besar, melanggar kepentingan Turki.

Ankara juga mengatakan sumber energi di dekat pulau Siprus harus dibagi secara adil antara Republik Turki Siprus Utara (TRNC) – yang telah mengeluarkan lisensi perusahaan minyak negara Turki, Turkish Petroleum – dan pemerintahan Siprus Yunani di Siprus Selatan.

Dialog untuk berbagi sumber daya ini secara adil akan jadi solusi bersama bagi semua pihak, kata otoritas Turki. []

4.2 5 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

6 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Irkhamov
Irkhamov
5 years ago

Yakin Yunani punya duit buat beli 18 Rafale yg super mihil itu? Negara mo bangkrut aja sok2an beli senjata ini itu

trackback

[…] Yunani perkuat militer untuk hadapi Turki, borong 18 jet tempur Prancis, fregat dan tambah 15 ribu t… […]

Buyung
Buyung
5 years ago

Yunani jangan mau diadu domba, beli senjata untuk kepentingan negara

Muhammad Nur
Muhammad Nur
5 years ago

Yunani tidak menyadari jebakan negara perancis, dengan cara membantunya dgn hutang alat2 perang canggih.
Hutang akan membawa pada Kebrangkrutan Ekonomi dimasa akan datang…..

Cencen
Cencen
5 years ago

Nah gitu klw mau perang,tp jgn keroyokan

trackback

[…] Yunani perkuat militer untuk hadapi Turki, borong 18 jet tempur Prancis, fregat dan tambah 15 ribu t… […]

6
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x