Thursday, May 14, 2026
Timur Tengah

Turki jadikan rezim Assad sebagai target

TURKINESIA.NET – ANKARA. Turki telah menembaki semua target rezim Bashar al-Assad di Suriah yang diketahui  [berhubungan] dengan unsur-unsur pendukung serangan udara dan daratnya, kata direktur komunikasi Turki itu pada Jumat malam.

Dalam sebuah pernyataan, Fahrettin Altun mengatakan pertemuan puncak keamanan sedang berlangsung di kompleks kepresidenan di ibukota Turki, Ankara.

“KTT itu menekankan bahwa rezim Assad [Bashar-al] bertanggung jawab atas kematian ratusan ribu warga Suriah, dan setuju untuk membalas terhadap rezim tidak sah yang telah mengubah larasnya terhadap tentara kami yang bertugas melindungi hak-hak dan kepentingan Republik Turki,” kata Altun.

Dia menekankan bahwa KTT itu diketuai oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan setelah serangan yang menargetkan tentara Turki di Idlib, Suriah barat laut.

Dia mengatakan Turki akan terus menempatkan target yang dikenal di bawah tembakan.

“Dengan kesempatan ini, kami menyerukan kepada semua komunitas internasional, terutama pihak-pihak dari Proses Astana, untuk memenuhi tanggung jawab mereka untuk menghentikan kejahatan rezim yang dilakukan terhadap kemanusiaan,” tambahnya.

Altun juga menekankan bahwa apa yang terjadi di Rwanda dan Bosnia dan Herzegovina di masa lalu tidak dapat terulang di Idlib.

“Darah para pahlawan kami tidak akan sia-sia. Aktivitas kami di Suriah akan berlanjut sampai tangan patah demi mencapai bendera kami,” katanya.

Kamis malam, sedikitnya 33 tentara Turki gugur dalam serangan udara oleh rezim Bashar al-Assad di Idlib, Suriah barat laut.

Turki, Rusia, dan Iran telah mengadakan pertemuan di kota Astana Kazakhstan pada tahun 2017 dan mengumumkan bahwa Idlib dan kota-kota tetangga, wilayah Ghouta Timur, ibukota Damaskus, dan wilayah selatan, yaitu kota Daraa dan Quneitra, akan menjadi zona de-eskalasi.

Pada bulan September 2018, Turki dan Rusia sepakat untuk mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.

Tetapi lebih dari 1.300 warga sipil telah tewas dalam serangan oleh rezim dan pasukan Rusia di zona de-eskalasi sejak saat gencatan senjata terus dilanggar.

Zona de-eskalasi saat ini menjadi rumah bagi 4 juta warga sipil.

Sumber: Anadolu Agency

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x