
TURKINESIA.NET – DJIBOUTI. Bendungan Persahabatan Ambouli di Djibouti untuk mencegah banjir dan menyediakan lahan yang efisien untuk pertanian telah membantu negara Afrika tersebut dalam perjuangannya melawan banjir intermiten di saat hujan di dataran tinggi sekitarnya.
Bendungan tersebut di bangun oleh agensi State Hydraulic Works (DSİ) yang dikelola oleh negara Turki.
Banjir berkala sering menghantam ibu kota Djibouti yang merupakan tempat tinggal bagi sekitar 75% dari total populasi negara itu.
Menteri Pertanian, Air, Perikanan, Peternakan, dan Sumber Daya Kelautan negara itu, Ahmed Mohamed Awaleh mengatakan kepada Anadolu Agency (AA) bahwa jika bendungan belum selesai tepat waktu, kota itu akan menghadapi banjir besar.
“Kami harus berdoa bagi mereka yang membangun Bendungan Persahabatan Ambouli,” tambahnya.
Bendungan akan segera mulai menghasilkan air minum untuk orang-orang di wilayah tersebut di samping fungsinya sebagai pemasok air utama untuk bidang terkait.
Awaleh menegaskan bahwa ada polemik dan desas-desus tentang Bendungan Persahabatan Ambouli, “Tapi ini fakta, berkat kejeniusan teknologi Republik Turki hari ini, bendungan ini selesai.” Katanya.
Lebih lanjut Awaleh menyatakan bahwa bendungan itu memiliki sejarah penting bagi masyarakat Djibouti. Dia mengatakan bahwa bendungan itu mungkin mencegah bencana banjir paling berbahaya dalam sejarah negara itu.
Dia juga berterima kasih kepada Presiden Recep Tayyip Erdoğan dan Presiden Djibouti Ismail Omar Guelleh.
Volume stok bendungan mencapai 14 juta meter kubik, dan 100% dari biaya ditanggung oleh pemerintah Turki. Proyek konstruksi juga menyediakan lapangan kerja bagi 100 penduduk lokal.
Ahmet Utku Oktay, manajer operasi proyek di lokasi pembangunan bendungan, sebelumnya mengatakan kepada AA bahwa, “Air yang akan disimpan di bendungan juga akan digunakan sebagai irigasi untuk pertanian.”
Proyek ini dimulai pada tahun 2017 setelah kesepakatan kerja sama antara Ankara dan Djibouti pada 13 Mei 2014.
Djibouti, sebuah negara gersang dengan penduduk kurang dari 1 juta jiwa, telah mengimpor makanan dari negara tetangga Ethiopia. Meskipun gersang, banjir sering melanda kota Djibouti ketika hujan turun di dataran tinggi sekitarnya. [Daily Sabah]





