TURKINESIA.NET – ANKARA. Turki memiliki tekad dan kekuatan untuk melaksanakan rencananya sendiri menyangkut keamanan nasional dan tidak dapat dikendalikan dengan ancaman, kata Wakil Presiden Fuat Oktay, Selasa [08/10].
“Turki tidak akan menerima pembuatan koridor teror atau negara teror tepat di sebelah perbatasannya dalam keadaan apa pun, apa pun biayanya,” kata Oktay pada sebuah upacara universitas.
Oktay menambahkan bahwa Turki akan mempertahankan kebijakannya untuk masa depan Suriah sehingga perdamaian dapat dipastikan di wilayah tersebut.
Komentar wakil presiden itu disampaikan sehari setelah Trump mengancam akan “melenyapkan” perekonomian Turki jika Presiden AS itu menganggap langkah Ankara “di luar batas”.
Oktay juga mengatakan Turki juga berusaha menyediakan kebutuhan pendidikan bagi warga Suriah.
“Kami membuka fakultas dan perguruan tinggi di Jarablus, Al-Bab, Azez dan Afrin setelah operasi kami membawa perdamaian dan stabilitas di daerah-daerah ini,” katanya.
Turki juga menyediakan keamanan, layanan kesehatan bersamaan dengan utilitas lain untuk warga Suriah di wilayah tersebut tanpa diskriminasi, tambah Oktay.
Pada hari Jumat, Turki mengumumkan bahwa Universitas Gaziantep akan membangun fakultas ilmu ekonomi dan administrasi, teologi, dan fakultas pendidikan di tiga wilayah berbeda di Suriah.
Pasukan militer AS mulai menarik diri dari daerah itu pada hari Senin setelah pengumuman keputusan Gedung Putih.
[adinserter block=”1″]
Kementerian Pertahanan Nasional mengatakan Selasa bahwa Turki telah menyelesaikan semua persiapan untuk operasi militer di wilayah timur Sungai Eufrat di Suriah untuk membangun zona aman. [Daily Sabah]





