
TURKINESIA.NET – TRIPOLI. Libya dan Turki telah mulai menerapkan serangkaian program untuk merekonstruksi militer Libya, kata Menteri Pertahanan Salah Eddine al-Namrush pada hari Minggu.
Dalam sebuah pernyataan di Facebook, al-Namrush mengatakan mereka telah mulai melaksanakan program-program tersebut yang meliputi restrukturisasi angkatan bersenjata, pertahanan udara, unit kontraterorisme, unit operasi khusus dan angkatan laut.
Pelatihan pertama dijadwalkan dilakukan di sebelah barat ibu kota Tripoli, kata menteri itu.
Program tersebut bertujuan untuk membentuk militer yang sesuai dengan standar internasional.
Pada 17 Agustus, al-Namrush telah mengumumkan bahwa mereka menandatangani kesepakatan dengan menteri pertahanan Turki dan Qatar untuk memberikan bantuan merestrukturisasi militer di negara itu.
Militer Turki akan memberikan bantuan untuk merestrukturisasi Tentara Libya menjadi tentara reguler berdasarkan model yang digunakan untuk melatih Tentara Azerbaijan.
Penasihat militer Turki bekerja sama dengan Qatar diharapkan memberikan pelatihan dan bantuan logistik untuk membentuk kembali tentara reguler di Libya.
Tentara Libya saat ini merupakan penggabungan informal milisi, tentara suku dan klan. Bantuan oleh Turki dan Qatar akan membakukan pelatihan dan rekrutmen dan menjadikannya tentara resmi.
Prosesnya mirip dengan perjanjian pelatihan militer yang ditandatangani oleh Baku dan Ankara pada 1993 dalam menghadapi agresi Armenia di wilayah Nagorno-Karabakh. Pasukan gendarmerie Turki memberikan pelatihan dan bantuan kepada rekan-rekan Azerbaijan, sementara staf militer Azerbaijan juga menghabiskan waktu di Turki untuk menerima pelatihan. Pilot angkatan udara Turki juga memberikan pelatihan dan militer Azerbaijan menerima dukungan peralatan teknis dari Turki.
Pada bulan Januari, Turki mulai mengerahkan tentara ke Libya setelah Parlemen menyetujui mosi menanggapi seruan Libya meminta bantuan pasukan Turki.
Pemerintah Kesepakatan Nasional Libya (GNA) membuat permintaan resmi untuk dukungan “udara, darat, dan laut” dari militer Turki guna membantu menangkis serangan oleh pasukan pemberontak Haftar yang berusaha untuk mengambil kendali ibukota Tripoli. Turki mendukung pemerintah GNA yang juga didukung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, melawan milisi dan tentara bayaran Haftar.
Sumber: Daily Sabah





