
TURKINESIA.NET – ANKARA. Menteri Luar Negeri Mevlüt Çavuşoğlu memulai kunjungan kerjanya ke negara-negara Afrika Barat termasuk Mali, Guinea-Bissau, dan Senegal pada 9 September.
Çavuşoğlu akan mengunjungi Mali pada 9 September dan bertemu dengan anggota Komite Nasional untuk Keselamatan Rakyat (CNSP), Misi Stabilisasi Terpadu Multidimensi PBB di Mali (MINUSMA) dan perwakilan dari Komunitas Ekonomi Negara-negara Afrika Barat (ECOWAS) serta Uni Afrika, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri.
Masih menurut pernyataan tersebut, Menlu dan para pejabat akan membahas transisi politik di negara tersebut serta hubungan bilateral, masalah regional dan internasional.
Setelah kunjungan ke Mali, Cavusoglu akan berkunjung ke Guinea-Bissau dan Senegal pada 10 dan 11 September.
Kunjungan ke Guinea-Bissau dan Senegal merupakan kunjungan resmi pertama di tingkat menteri luar negeri. Cavusoglu dan rekan-rekannya akan membahas hubungan bilateral di semua tingkatan dan meninjau kemungkinan kerjasama baru antara kedua negara serta akan membahas masalah regional dan internasional, tambah pernyataan itu.
Hubungan antara sekutu NATO Turki dan Prancis telah memburuk karena kebijakan yang saling bertentangan di Suriah dan Libya serta perselisihan Turki dengan Yunani atas sumber daya energi. Kedua belah pihak telah saling berdebat dalam beberapa pekan terakhir.
Ankara menuduh Paris secara politis mendukung Khalifa Haftar di Libya melawan pemerintah yang berbasis di Tripoli yang diakui oleh PBB.
Pada Juni, Turki dan Prancis juga hampir bertikai setelah sebuah kapal perang Prancis berusaha memeriksa kapal Turki sebagai bagian dari embargo senjata PBB terhadap Libya.
Pejabat Turki telah mengkritik masa lalu kolonial Prancis dan berpendapat Paris masih mengejar kebijakan imperialis untuk Mediterania timur meskipun tidak memiliki perbatasan di wilayah tersebut.
Sumber: Hurriyet Daily News





