
TURKINESIA.NET – ISTANBUL. Presiden Recep Tayyip Erdoğan pada hari Minggu menerima Perdana Menteri Libya Fayez Sarraj di Istanbul untuk membahas situasi di Libya.
Menurut pernyataan Direktorat Komunikasi Turki, dalam pertemuan tersebut, Erdogan menggarisbawahi bahwa Turki dan Libya akan terus berada dalam solidaritas.
Presiden Turki menekankan bahwa perdamaian dan ketenangan yang ingin dicapai Libya akan menguntungkan seluruh kawasan, terutama negara tetangga dan Eropa.
Sementara itu, delegasi pemerintah sah Libya dan pemberontak timur diperkirakan akan bertemu untuk melakukan pembicaraan di Maroko pada hari Minggu.
Pertemuan yang berlangsung dua setengah jam itu juga membahas langkah-langkah untuk melindungi hak-hak Turki dan Libya di Mediterania Timur dan syarat-syarat untuk memperkuat kerja sama berdasarkan kesepakatan yang ditandatangani antara kedua negara .
https://turkinesia.com/index.php/2019/12/06/kesepakatan-maritim-turki-libya-membuat-yunani-siprus-yunani-dan-mesir-meradang/
Pada 27 November 2019, Ankara dan Tripoli menandatangani dua nota kesepahaman, satu tentang kerja sama militer dan yang satu lagi tentang perbatasan laut negara-negara di Mediterania Timur.
Berdasarkan kesepakatan itu, Turki telah mengirim penasihat untuk membantu tentara Libya mengalahkan milisi panglima perang Khalifa Haftar.
Libya telah mengalami hampir satu dekade kekacauan sejak pemberontakan yang didukung NATO pada 2011 menggulingkan dan membunuh Moammar Gadhafi.
Pasukan tidak sah yang berbasis di timur yang setia kepada pemberontak Jenderal Khalifa Haftar didukung oleh Mesir dan Uni Emirat Arab (UEA) serta Rusia, sementara Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui PBB yang dipimpin oleh Sarraj didukung oleh Turki dan Qatar.
https://turkinesia.com/index.php/2019/12/31/pangeran-uae-gunakan-jet-pribadi-untuk-angkut-tentara-bayaran-sudan-bantu-pemberontak-libya/
Pihak yang bertikai mengumumkan secara terpisah pada 22 Agustus bahwa mereka akan menghentikan semua permusuhan dan mengadakan pemilihan umum nasional. Keputusan itu menuai pujian dari kekuatan dunia setelah serangkaian inisiatif yang sia-sia dalam beberapa tahun terakhir untuk menghentikan konflik.
Sumber: Daily Sabah/Anadolu Agency





