Tuesday, March 3, 2026
Dunia Islam

Dar Iftaa Mesir sebut penaklukan Istanbul sebagai penjajahan Ottoman, Diyanet Turki: Pernyataan dangkal, bodoh, jahat

penghafal Al-Qur'an

TURKINESIA.NET – ANKARA. Kepala Direktorat Urusan Agama Turki, Prof. Dr. Ali Erbas mengatakan bahwa penaklukan Istanbul yang dideskripsikan oleh Dar al-Iftaa Mesir sebagai penjajahan atas Konstantinopel sangat disayangkan, jelek, dan bertentangan dengan kepercayaan, moral, dan fakta sejarah Islam,” Selasa [09/06].

Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Diyanet Turki, Erbas mengecam deskripsi Dar al-Iftaa Mesir. Ia menekankan bahwa penaklukan Konstantinopel adalah “hasil dari perjuangan untuk kebebasan, keadilan dan rahmat.”

Dia menambahkan bahwa penaklukan tersebut mengungkapkan idealisme dan etika yang besar dalam pemikiran Islam. Penaklukan Istanbul yang merupakan penaklukan yang gembira merupakan hak prerogatif Sultan Muhammad Alfatih dan dinubuatkan oleh nabi kita tercinta dalam haditsnya yang mulia.

Tujuan Sultan Muhammad Alfatih adalah untuk memperkenalkan prinsip-prinsip Islam yang terang, perdamaian, keadilan dan rahmat, dan setelah itu, berbagai ras dan agama hidup dalam aman dan damai di Istanbul, pusat ideal peradaban.

Erbas menggambarkan apa yang dikeluarkan oleh Dar al-Ifta Mesir sebagai “disesalkan dan jelek”, ia menekankan kecamannya terhadap deskripsi keji ini.

Dia melanjutkan, “Saya sangat mengecam pemilik klaim ini dan mengharapkan otoritas negara terkait untuk segera melaksanakan persyaratan hukum dan moral terhadap mereka yang membuat pernyataan ini yang mengubah fakta sejarah dan memberikan kerusakan besar pada ingatan orang awam, persatuan dan persaudaraan umat Islam. Saya perlu menyatakan bahwa jika tidak, mereka akan dipermalukan di hadapan fakta sejarah dan semua Muslim di bumi akan mengakui mereka bersalah dalam hati nurani mereka.”

Dan pada hari Minggu, Dar Al Iftaa Mesir membangkitkan kemarahan dan cemoohan pengguna media sosial ketika menyerang Turki dan presidennya Recep Tayyip Erdogan dengan menggambarkan penaklukan Islam atas kota Konstantinopel (Istanbul) dalam sebuah postingan di halaman Facebooknya sebagai “penjajahan Ottoman.” Lembaga tersebut kemudian mencabut kembali postingannya setelah menuai kritikan.

Dalam postingan terbarunya, Dar Al-Iftaa mengatakan bahwa penaklukan besar itu “dilakukan oleh Sufi agung Usmani, Sultan Muhammad al-Fatih, tetapi Erdogan tidak memiliki hubungan dengan Muhammad al-Fatih,”. Pernyataan itu mengindikasikan bahwa tujuan postingan tersebut sejak awal adalah untuk menyerang kepemimpinan Turki dan Presiden Erdogan secara pribadi.

Sumber: Anadolu Agency

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

4 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
trackback

[…] Baca juga: Dar Iftaa Mesir sebut penaklukan Istanbul sebagai penjajahan Ottoman, Diyanet Turki: Pernyataan dang… […]

trackback

[…] Dar Iftaa Mesir sebut penaklukan Istanbul sebagai penjajahan Ottoman, Diyanet Turki: Pernyataan dang… […]

trackback

[…] Dar Iftaa Mesir sebut penaklukan Istanbul sebagai penjajahan Ottoman, Diyanet Turki: Pernyataan dang… […]

Sakieb
Sakieb
5 years ago

dimana giroh Islam nya itu Dar Iftaa Mesir…hadeuuh, cetek bingit

4
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x