
TURKINESIA.NET – ANKARA. Selama bulan Maret lalu, Turki telah melakukan hampir 300 penggerebekan terhadap produsen cologne, masker pelindung dan pembersih illegal, kata para petugas, Kamis.
Setidaknya 288 operasi dilakukan oleh pasukan keamanan dan unit gendarmerie di 65 provinsi dari 9 Maret hingga 8 April, dengan lebih dari 200 orang menghadapi dakwaan dan enam ditangkap, kata sebuah pernyataan Kementerian Dalam Negeri.
Operasi itu dilakukan di tengah meningkatnya permintaan masker pelindung, desinfektan, dan cologne karena wabah coronavirus yang menyebabkan beberapa orang yang mengambil kesempatan dalam kesempitan memproduksi dan menjual melalui pasar gelap.
Di antara produk yang disita termasuk lebih dari 5,92 juta masker, kain untuk produksi masker sepanjang 57.616 meter, 14.305 pasang sarung tangan, 3.205 pakaian pelindung, 32.749 kilogram produk kimia, 469.435 desinfektan, 38.342 liter cologne, tiga mesin produksi, 56.687 botol kosong, 302 liter pengharum, 427.000 tag untuk botol, 37.750 tutup serum, 32 gulungan benang dan 19 gulungan besi.
Setidaknya 369 perusahaan tidak resmi dilaporkan ke Kementerian Perdagangan karena menjual desinfektan, cologne, masker, sarung tangan, produk makanan dan termometer, serta 467 produk lainnya.
Para pejabat biro pengontrol kejahatan yang terorganisir memulai investigasi atas perusahaan-perusahaan yang menjual produk dengan harga tinggi dan penimbunan.
Turki telah mengambil langkah-langkah untuk menawarkan masker wajah gratis kepada publik melalui surat dan di toko-toko.
Sejak virus itu muncul Desember lalu di kota Wuhan China, telah menyebar ke setidaknya 184 negara dan wilayah.
Ada hampir 1,5 juta infeksi yang dikonfirmasi di seluruh dunia dan hampir 89.000 kematian, menurut Universitas Johns Hopkins di AS. Hampir 332.000 orang telah sembuh.
Sumber: Anadolu Agency English





