Musisi Roger Waters bela Palestina: Joe Biden, bagaimana rasanya jika orang asing merampas rumahmu?

TURKINESIA.NET – LONDON. Musisi rock Inggris Roger Waters mengutuk Israel atas penggusuran warga Palestina di lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur yang diduduki.
Dalam video yang dia posting di Twitter pada hari Jumat, Waters yang paling dikenal sebagai pemain bass, vokalis bersama, penulis lirik dan penulis lagu utama di band rock Pink Floyd, mendefinisikan Israel sebagai “negara apartheid”
Ia menyebut nama Presiden AS Joe Biden: “Biden masih mengatakan ‘Oh, saya mendukung Israel dalam segala hal’ Oh, tunggu Anda mendukung mereka dalam pemusnahan orang-orang dari rumah mereka.”
Waters mengajak Joe Biden berpikir bagaimana rasanya jika rumahnya dirampas oleh orang asing.
“Bagaimana Anda menyukainya, Joe Biden? Anda sedang duduk di rumah, di sanalah rumah Anda, di sanalah keluarga Anda telah tinggal selama ratusan tahun. Dan beberapa (orang)… datang dan pergi, (berkata) itu milik kami. Aku seorang pemukim. Aku akan mengambil rumahmu darimu. Aku tidak peduli apa yang kamu lakukan. Mati… itu akan menjadi yang terbaik,” tulis Walters menggambarkan apa yang tengah terjadi di Palestina.
WaJoe Biters menekankan bahwa B’Tselem, sebuah organisasi hak asasi manusia Israel terkemuka, menyebut Israel sebagai “negara apartheid” beberapa bulan lalu dan bahwa Human Rights Watch kini telah mengikuti jejak mereka.
“Saya memulai kampanye untuk mencoba dan membujuk FIFA agar berhenti melibatkan Israel dalam permainan sepak bola untuk melawan mereka. Itu akan memusatkan perhatian. Itu pasti terjadi pada Afrika Selatan.”
Ketegangan meningkat di daerah Sheikh Jarrah sepanjang minggu ketika pemukim Israel mengepung wilayah itu setelah pengadilan Israel memerintahkan penggusuran keluarga Palestina.
Sejauh ini, 12 keluarga Palestina di lingkungan itu telah menerima perintah penggusuran yang dikeluarkan oleh pengadilan pusat dan hakim Israel.
Baru-baru ini, empat keluarga Palestina mengajukan petisi ke Mahkamah Agung, badan peradilan tertinggi Israel, menentang keputusan untuk mengusir mereka dari rumah mereka. Pengadilan akan memutuskan masalah ini pada hari Senin.
Konflik Palestina-Israel dimulai pada tahun 1917, ketika pemerintah Inggris, dalam Deklarasi Balfour yang sekarang terkenal, menyerukan “pembentukan sebuah tanah air nasional bagi orang-orang Yahudi di Palestina.”
Sumber: Anadolu Agency






laknat! israel bangsa tidak tahu malu, bebal, dan tidak tahu diuntung. bangsa tak memiliki wilayah tetiba membuat keputusan untuk menjajah negeri palestina.
semoga la’nat Allah SWT. bagi mereka, aamiin