Kepresidenan Turki ajukan mosi ke parlemen tentang perpanjangan masa penempatan pasukan di Libya

TURKINESIA.NET – ANKARA. Kepresidenan Turki pada hari Sabtu mengajukan mosi ke parlemen untuk memperpanjang penempatan pasukan di Libya selama 18 bulan.
“Risiko dan ancaman datang dari Libya ke Turki dan seluruh wilayah. Dalam kasus yang disebut serangan Tentara Nasional Libya (LNA/Haftar) dan bentrokan, kepentingan Turki baik di cekungan Mediterania dan Afrika Utara akan terpengaruh secara merugikan,” pernyataan mosi tersebut.
Mosi itu menekankan bahwa perdamaian permanen, gencatan senjata dan proses dialog politik di Libya sangat penting bagi Turki.
“Turki, dalam Nota Keamanan dan Kerjasama Militer yang ditandatangani dengan Libya, akan terus memberikan kontribusi untuk pelatihan dan dukungan konsultasi ke Libya,” tambahnya.
Mosi itu akan diperdebatkan di parlemen setelah debat anggaran berakhir pada 18 Desember.
Pada 2019, Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya yang diakui PBB dan Ankara menandatangani pakta tentang kerja sama militer serta pakta tentang batas-batas maritim di Mediterania Timur.
Kesepakatan itu melibatkan informasi teknis, dukungan, pengembangan, pemeliharaan, perbaikan, perencanaan dan dukungan material serta layanan pelatihan dan konsultasi mengenai penggunaan sistem dan peralatan persenjataan.
Sejak penggulingan Muammar Gaddafi pada tahun 2011, dua kursi kekuasaan telah muncul di Libya: satu di Libya timur yang didukung terutama oleh Mesir dan Uni Emirat Arab, dan satu lagi di Tripoli yang mendapat pengakuan PBB dan internasional.
Sumber: Anadolu Agency English





