Monday, March 2, 2026
Bangsa Turk

Di perang Karabakh, Azerbaijan hancurkan senjata Armenia senilai 4,8 miliar USD

TURKINESIA.NET – BAKU. Dalam pertempuran baru-baru ini di wilayah Nagorno-Karabakh, senjata senilai 4,8 miliar USD milik Armenia dihancurkan ketika mencoba untuk mempertahankan wilayah yang telah diduduki selama hampir 30 tahun.

Akademisi di Azerbaijan State University of Economics (UNEC) menghitung sejauh mana kerugian material tentara Armenia, baik senjata senjata maupun kendaraan selama perang 44 hari.

Tentara Azerbaijan melancarkan operasi pada 27 September untuk membebaskan Nagorno-Karabakh dan provinsi-provinsi sekitarnya dari pendudukan Armenia yang berhasil merebut kembali wilayah itu dan menyebabkan pukulan menyakitkan bagi militer Armenia.

Sejak hari pertama operasi, Azerbaijan melakukan serangan intens terhadap pasukan Armenia baik di darat maupun dari udara.

Setelah gencatan senjata yang didukung Rusia ditandatangani bulan lalu, petinggi Armenia menyatakan bahwa ada laporan kepada Perdana Menteri Nikol Pashinian setelah hanya empat hari pertempuran tentang tanda-tanda disintegrasi pasukan Yerevan dalam menghadapi serangan Azerbaijan.

Selama pertempuran, drone bersenjata buatan Turki milik Azerbaijan telah memberikan kerusakan terbesar pada militer Armenia yang membangun garis pertahanan di balik tembok beton tebal.

Dengan gencatan senjata yang harus ditandatangani Yerevan untuk menghentikan kemajuan Baku, kerugian tentara Armenia menjadi jelas karena senjata mereka ditemukan di bertumpuk-tumpuk di setiap tempat.

Hubungan antara dua bekas wilayah republik Soviet telah memanas sejak 1991, ketika militer Armenia menduduki Nagorno-Karabakh, juga dikenal sebagai Upper Karabakh, sebuah wilayah yang diakui sebagai bagian dari Azerbaijan, serta tujuh wilayah yang berdekatan.

Saat bentrokan terbaru meletus pada 27 September, tentara Armenia melancarkan serangan terhadap warga sipil dan pasukan Azerbaijan serta melanggar beberapa perjanjian gencatan senjata kemanusiaan.

Selama konflik, Azerbaijan telah membebaskan beberapa kota dan hampir 300 pemukiman serta serta desa dari pendudukan Armenia.

Pada 10 November, kedua negara menandatangani perjanjian yang ditengahi Rusia untuk mengakhiri pertempuran dan bekerja menuju resolusi yang komprehensif.

Gencatan senjata dipandang sebagai kemenangan Azerbaijan dan kekalahan Armenia. Angkatan bersenjata Armenia telah ditarik mundur sesuai dengan kesepakatan.

Sumber: Anadolu Agency English

3.8 4 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x