Wednesday, March 4, 2026
Eropa

Polisi Armenia terus menangkap penentang kesepakatan damai dengan Azerbaijan

TURKINESIA.NET – YEREVAN. Armenia pada Kamis menangkap 10 tokoh oposisi terkemuka karena memprotes kesepakatan perdamaian yang ditengahi Rusia.

Kesepakatan itu telah mengakhiri pertempuran berminggu-minggu dengan Azerbaijan dan memicu kemarahan terhadap Perdana Menteri Nikol Pashinian.

Jaksa mengumumkan penangkapan beberapa jam sebelum demonstrasi baru oleh oposisi menentang kesepakatan yang membuat Armenia menyerahkan sebagian wilayah pendudukan di Nagorno-Karabakh kepada musuh lama mereka.

Lebih dari 3.000 orang berkumpul di jalan-jalan Yerevan Kamis malam. Mereka berbaris menuju gedung dinas keamanan negara yang ditutup oleh polisi dan meneriakkan “Nikol si pengkhianat” dan “Nikol mundur.”

“Pashinian telah menjual tanah air kami dan sekarang mencoba untuk tetap berkuasa,” Naira Zoghrabyan, wakil dari partai Armenia Sejahtera berteriak kepada kerumunan.

“Nikol, mundurlah dengan damai selagi masih memungkinkan,” kata Zoghrabyan dalam protes itu, menurut koresponden Agence France-Presse (AFP) di tempat kejadian.

Sepuluh politisi oposisi menghadapi hukuman satu dekade di balik jeruji besi karena peran mereka dalam “kekacauan massal dengan kekerasan ilegal,” kata jaksa dalam sebuah pernyataan.

Para pengunjuk rasa menyerbu dan menggeledah gedung-gedung pemerintah pada Selasa karena persetujuan Pashinian untuk mengakhiri pertempuran. Demonstran turun ke jalan lagi dalam jumlah ribuan pada Rabu untuk menuntut pemerintah mundur.

“Kami menganggap ini sebagai tindakan penganiayaan politik.” kata Lilit Galstyan dari partai oposisi Dashnaktsutyun, terkait penangkapan sedikitnya dua anggotanya.”Pemerintah ini tidak memiliki hak moral untuk tetap berkuasa,” tambahnya.

Pashinian awal pekan ini menuduh para pengunjuk rasa yang menyerbu gedung-gedung pemerintah dikendalikan oleh “oligarki yang menjarah pasukan kami, tentara kami, negara kami selama 20 tahun.”

Mantan editor surat kabar berusia 45 tahun yang meraih tampuk kekuasaan pada 2018 dengan janji membasmi korupsi endemik itu mengecam para demonstran karena memicu kerusuhan ketika pasukan keamanan berada di garis depan.

Penduduk Nagorno-Karabakh dalam demonstrasi pada hari Kamis mengatakan mereka marah dengan kesepakatan damai yang membuat mereka terpaksa mengungsi ke Armenia karena pertempuran tersebut.

“Kami kehilangan rumah kami. Siapa yang akan menjawab ini? Kami putus asa,” kata Siranush Sarkisyan, 39 tahun, dalam protes di Yerevan.

Slavik Esayan, 58 tahun yang juga terpaksa meninggalkan rumahnya saat pertempuran berkecamuk antara separatis dan Azerbaijan, mengatakan dia tidak akan kembali ke Nagorno-Karabakh sementara tidak ada jaminan keamanan.

“Pihak berwenang Armenia dan Artsakh harus bertanggung jawab atas ini,” katanya.

Sumber: Daily Sabah

3 2 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

2 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Jan Anwar
Jan Anwar
5 years ago

Kamu bangun rumah di lahan milik orang lain. Saat orangnya ambil kembalilahannya.. rmh kamu ya ikut hilang.
Armenian bodoh blegukk

Azhari
Azhari
5 years ago

Allahumma Sholi ala sayyidina Muhammad wa asyghilizh zholimin bidz zholimin wa akhrijna min bainihim Salimin wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in

2
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x