
TURKINESIA.NET – ISTANBUL. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan bahwa negaranya berada di garis depan negara-negara yang mengendalikan pandemi corona secepat mungkin melalui langkah-langkah yang diambil untuk memberantasnya.
Pernyataan itu disampaikan pada konferensi pers di Istanbul setelah memimpin rapat pemerintah melalui telekonferensi.
Erdogan berbicara mengenai kemajuan signifikan yang dibuat oleh Turki dalam mengendalikan pandemi Corona. Ia menunjukkan bahwa negaranya tidak memiliki masalah dalam menyediakan kebutuhan kebersihan dan kesehatan individu untuk warganya.
“Kami berada di antara lima negara teratas dalam hal tes harian dan jumlah total yang telah dilakukan. Ada kecenderungan menurun dalam kasus yang dikonfirmasi relatif terhadap peningkatan dalam tes yang dilakukan. Kita nomor satu dalam hal negara-negara dengan tingkat kematian terendah. Jumlah pasien yang telah pulih telah mendekati 5.000,” kata Erdogan. Ia menambahkan bahwa upaya Turki sebagian besar telah dipuji oleh organisasi internasional.
“Organisasi Kesehatan Dunia dan kelompok-kelompok lain mengangkat negara kita sebagai contoh. Kita tidak hanya melindungi warga negara k sendiri, tetapi kita juga membantu tetangga kita sebanyak yang kita bisa. Kami telah memberikan bantuan kepada 34 negara dengan menyediakan pasokan medis. Kami akan terus melakukannya,” katanya.
Erdogan mengatakan dua rumah sakit baru akan dibangun untuk meningkatkan kapasitas negara dalam menangani krisis yang sedang berlangsung, sementara Rumah Sakit Kota Başakşehir Istanbul, dengan kapasitas tempat tidur 2.800, akan dibuka sebagian pada 20 April.
“Rumah sakit akan memulai layanan penuh pada 15 Mei, dengan unit perawatan intensif (ICU) berjumlah 456,” tambah Erdogan.
Di sisi lain, Erdogan menjelaskan bahwa negaranya terus memberikan dukungan kepada negara-negara yang meminta bantuan dalam perang melawan Covid-19.
“Kami telah mengirim bantuan medis kepada 34 negara dan terus berlanjut dalam beberapa hari mendatang.”
Turki telah memberlakukan pembatasan yang semakin meningkat pada kehidupan sehari-hari dalam upaya untuk memperlambat penyebaran penyakit Covid-19.
Pada hari Senin, dalam 24 jam korban coronavirus di Turki naik menjadi 1.296 dengan 98 kematian baru dan 511 sembuh, kata Menteri Kesehatan Fahrettin Koca.
“Kami telah melihat penurunan jumlah pasien yang diintubasi,” kata Koca sebelumnya dalam sebuah cuitan Twitter.
Turki sudah menerapkan larangan keluar rumah bagi mereka yang berusia di atas 65 dan mereka yang di bawah 20 tahun, namun belum menerapkan lockdown. Pemerintah, hingga akhir pekan ini, mengandalkan kepatuhan publik dengan seruan untuk isolasi diri. Pihak berwenang telah berulang kali menyerukan kepada warga untuk karantina mandiri atau isolasi diri.
Turki adalah salah satu negara pertama yang mengambil tindakan terhadap virus corona, menutup perbatasannya dengan Iran dan menghentikan penerbangan dari China dan Italia. Sejak itu, Turki telah menutup semua kedatangan internasional, membatasi penerbangan domestik dan mendirikan pos pemeriksaan jalan di luar kota untuk mencegah perjalanan yang tidak penting.
Sumber: Daily Sabah





