
TURKINESIA.NET – NEW YORK. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan keprihatinannya atas bentrokan antara pasukan pemerintah Turki dan Suriah di barat laut Suriah pada Selasa.
Sekitar 20 personil militer tewas dalam baku tembak antara pasukan Turki dan pasukan Bashar al-Assad, yang juga meningkatkan ketegangan antara Ankara dan Moskow yang mendukung Suriah.
Akibatnya, delapan personel militer Turki tewas dalam bentrokan itu.
“Kami khawatir karena tentara Turki dan Suriah saling mengebom satu sama lain,” ujar Guterres.
“Saya mendesak kedua pihak untuk mencegah eskalasi konflik,” tambah dia saat konferensi pers di New York.
Guterres juga menyerukan kelompok-kelompok bersenjata untuk membuka akses bagi relawan ke ratusan ribu warga sipil yang terkena dampak di Provinsi Idlib.
“Kami tidak percaya dengan solusi militer bagi konflik di Suriah. Kami menegaskan sekali lagi bahwa solusi politik adalah satu-satunya solusi,” kata dia lagi.
Pada September 2018, Turki dan Rusia sepakat untuk mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi di mana tindakan agresi dilarang keras.
Namun rezim Assad dan sekutunya, secara konsisten melanggar aturan-aturan gencatan senjata, dan menyebabkan sedikitnya 1.300 warga tewas sejak kesepakatan gencatan senjata itu dicapai.
Sumber: Anadolu Agency Indonesia





