Saturday, January 17, 2026
AmerikaInternasional

Erdogan: AS harus serahkan pemimpin teroris kepada kami

TURKINESIA.NET – ISTANBUL. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dalam sebuah wawancara eksklusif dengan stasiun TRT, menyerukan kepada Amerika Serikat (AS) untuk menyerahkan Mazlum Abdi, komandan milisi Pasukan Demokrat Suriah (SDF) yang sudah dicari dengan daftar merah di Suriah.

SDF (Pasukan Demokrat Suriah) adalah akronim dari kelompok teror YPG — cabang PKK di Suriah – yang merupakan kedok kelompok teroris itu guna mendapat dukungan Amerika di sana.

Pada petikan wawancara eksklusif itu, Presiden Erdogan mengingatkan bahwa tugas utama NATO yang tertera pada pasal 1 perjanjian pakta bahwa setiap anggota memiliki kewajiban untuk melindungi satu sama lain terhadap serangan apa pun.

Sekarang situasi sangat tidak bisa diterima di mana para pemimpin organisasi teroris melakukan pertemuan dengan Jerman dan Prancis, ungkap Erdogan.

Di sisi lain, pejabat AS, para senator juga bertemu dengan para pemimpin teroris.

“Lalu sekarang kami berkata ‘Apa maksudnya ini?’ Di satu sisi kita berbicara tentang melawan teror, di sisi lain, yang amat disayangkan, kalian membuka pintu dan duduk di meja bersama mereka,” ujar dia.

Erdogan menuturkan dirinya telah memberitahu langsung kepada Trump tentang keresahan negaranya terkait hubungan barat dengan organisasi teroris di Suriah utara.

“Kami tersinggung pada Anda sekarang,” ungkap Erdogan merujuk pada AS yang tidak dapat memberikan komentar apa-apa tentang keresahan Turki.

“Orang yang berkode Mazlum adalah teroris yang sudah dicari (oleh Interpol) dengan daftar merah. Itu apa artinya? Kami memiliki perjanjian ekstradisi dengan AS. Untuk itu Amerika harus menyerahkan orang ini kepada kami,” tegas Erdogan.

[adinserter block=”1″]

Presiden Turki menuturkan bahwa setiap buronan yang dicari dengan daftar merah harus diproses dengan hukum internasional.

Erdogan mengatakan dirinya sudah menteri Menteri Kehakiman Turki untuk mengirim surat kepada Amerika, terkait wacana otoritas AS akan bertemu dengan pemimpin organisasi teroris tersebut.

“Kami sedang berupaya soal itu,” lanjut dia.

Erdogan memberikan penilaiannya terkair Operasi Mata Air Perdamaian, yang dilancarkan oleh Angkatan Bersenjata Turki di sebelah timur Sungai Eufrat, Suriah.

“Karena ada banyak mata air di sana (sebelah timur Sungai Eufrat), kami menyebutnya (operasi) Mata Air Perdamaian,” tuturnya.

Presiden Erdogan juga menambahkan negaranya dapat mengendalikan area Suriah sedalam 32 kilometer dari perbatasannya untuk menempatkan para warga Suriah.

Setelah mengambil alih kawasan ini, masyarakat yang tinggal di sana kini dapat menemukan ketenangan dan berelaksasi, tutur Erdogan.

Menjawab pertanyaan terkait perjanjian dengan Rusia dan AS, Erdogan mengatakan hal tersebut merupakan bukti bahwa Turki adalah kekuatan yang dapat menentukan keseimbangan di wilayah tersebut.

[adinserter block=”1″]

Erdogan juga menegaskan bahwa pihaknya tak memerangi suku Kurdi di Suriah.

“Kami tidak memusuhi Kurdi. Masyarakat Kurdi adalah saudara kami. Masalah kami hanyalah dengan para teroris,” tukas Erdogan.

Sumber: Anadolu Agency Indonesia

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x