
TURKINESIA.NET – KAIRO. Mesir memblokir situs Anadolu Agency dan stasiun televisi pemerintah Turki TRT pasca-wafatnya Mohammad Mursi, presiden Mesir pertama yang terpilih secara demokratis saat persidangan.
Situs internet kedua lembaga tersebut tak dapat diakses, juga akses melalui seluler tidak tersedia.
Hingga kini belum ada penjelasan apa pun dari otoritas Mesir terkait pemblokiran ini.
Kementerian Dalam Negeri Mesir mengumumkan pengambilan langkah “kewaspadaan” setelah televisi pemerintah Mesir mengumumkan wafatnya Mohammad Mursi dua hari lalu.
Pada 2012, Morsi, yang merupakan anggota kelompok Ikhwanul Muslimin Mesir, memenangkan pemilihan presiden demokratis pertama Mesir.
Namun, setelah hanya satu tahun menjabat, dia digulingkan dan dijebloskan ke penjara dalam kudeta militer yang dipimpin oleh menteri pertahanan Mesir saat itu – dan presiden saat ini – Abdel Fattah al-Sisi.
Tak lama setelah kudeta itu, Ikhwanul Muslimin secara resmi ditetapkan sebagai “organisasi teroris” di Mesir.
Sesaat sebelum meninggal dunia, Morsi menghadapi sejumlah tuntutan hukum, yang menurut dia dan sejumlah kelompok HAM dan pengamat independen, bermotif politik.
[adinserter name=”Block 1″]
Sebelumnya, Ikhwanul Muslimin meminta PBB untuk mendesak perawatan medis yang memadai bagi mantan presiden itu, karena kondisi kesehatannya diabaikan selama penahanan.
Laporan khusus Reuters pun menunjukkan bahwa sejak al-Sisi berkuasa, lebih dari 100 orang meninggal dunia karena kelalaian medis. [Anadolu Agency]





