Friday, January 16, 2026
Ekonomi

Dukung ekonomi Turki hadapi serangan AS, Qatar investasi langsung Rp. 219 triliun

TURKINESIA.NET – ANKARA. Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad Al-Thani mengunjungi Ankara, Rabu (15/08), sebagai bentuk dukungan nyata bagi Turki dalam menghadapi perang ekonomi dengan AS. Tamim menjanjikan 15 miliar USD dalam investasi langsung di Turki.

Emir Qatar disambut di Kompleks Presiden di Ankara dalam upacara resmi. Dia bertemu Presiden Recep Tayyip Erdoğan. Kedua pemimpin membahas sanksi AS terhadap Turki, hubungan bilateral serta perkembangan regional lainnya. Mereka ditemani oleh Menteri Keuangan Turki Berat Albayrak dan Menkeu Qatar, Ali Sharif Al-Emadi.

Tamim mengatakan bahwa paket investasi akan segera dihidupkan.

“Kami peduli dengan kunjungan ini. Itu menandakan bahwa Qatar mendukung Turki,” Juru Bicara Kepresidenan İbrahim Kalın mengatakan pada konferensi pers sebelum pertemuan hari Rabu.

Sebelumnya Senin, Erdoğan menghubungi Tamim. Mereka membahas hubungan bilateral dan isu-isu regional, menurut sumber-sumber presiden. Mereka juga menyoroti pentingnya meningkatkan hubungan bilateral lebih lanjut, sumber tersebut menambahkan.

Duta Besar Qatar untuk Turki Salem bin Mubarak Al Shafi juga mengatakan pada hari Rabu bahwa negaranya akan terus mendukung Turki setelah sanksi AS yang dijatuhkan pada negara tersebut. “Negara Qatar selalu proaktif dalam mendukung saudara-saudara Turkinya,” kata Al Shafi kepada Anadolu Agency, Rabu.

Qatar, katanya, akan terus mendukung Turki, seperti yang terjadi selama upaya kudeta gagal pada pertengahan 2016.

Ankara dan Doha, tambahnya, berbagi pandangan umum mengenai sejumlah isu regional dan internasional.

Al Shafi menekankan bahwa kunjungan Emir Qatar ke Turki pada hari Rabu menunjukkan “kedalaman hubungan Qatar-Turki”.

Menurut Al Shafi, Qatar baru-baru ini membeli lira Turki senilai puluhan juta dolar dengan tujuan mendukung ekonomi Turki.

Menggambarkan Turki sebagai “sekutu strategis”, duta besar menambahkan: “Hubungan kami yang kuat dengan Republik Turki memiliki status khusus di antara rakyat kami.”

Hubungan Turki dengan AS memanas sejak sepekan lalu saat Washington menjatuhkan sanksi pada menteri dalam negeri dan menteri kehakiman Turki setelah Ankara menolak untuk melepaskan seorang pendeta Amerika yang menghadapi tuduhan terkait terorisme di Turki. Jumat lalu, Presiden AS Donald Trump menaik sanksi dengan menggandakan tarif AS pada impor aluminium dan baja Turki.

Sebagai tanggapan, Turki menaikkan tarif atas beberapa barang buatan AS, termasuk kosmetik, produk tembakau dan kendaraan.

Pada Juni 2017, beberapa negara Arab yang dipimpin oleh Arab Saudi, secara tiba-tiba memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar dan memberlakukan blokade atas negara Teluk kecil tersebut, menuduh negara itu mendukung terorisme.

Pemerintah Qatar membantah tuduhan tersebut, menyatakan blokade itu sebagai ketidakadilan dan melanggar hukum internasional. Di tengah keretakan hubungan Qatar dengan negara-negara tetangganya, Turki telah memberikan peningkatan dukungan ke Qatar, meningkatkan makanan dan ekspor lainnya untuk memenuhi kekurangan.

Turki juga mempertahankan pangkalan militer di Qatar. Kedua negara menandatangani perjanjian kerja sama militer pada Oktober 2014, memungkinkan untuk pelatihan bersama, kerjasama pada pembuatan pertahanan dan penyebaran pasukan Turki di wilayah Qatar.

Pasukan pertama Turki tiba di ibukota Doha pada 4 Oktober 2015 dan bendera Turki dikibarkan di pangkalan militer empat hari kemudian.

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x