Home / Info Turki / Vonis Penjara Seumur Hidup bagi 104 Mantan Staf Militer Turki

Vonis Penjara Seumur Hidup bagi 104 Mantan Staf Militer Turki

İzmir, turkinesia.com — Pengadilan di İzmir telah memvonis 104 mantan staf militer Turki dengan hukuman penjara selama seumur hidup atas keterlibatan mereka dalam upaya kudeta pada Juli 2016 menurut laporan kantor berita negara.

Mereka dijatuhi hukuman penjara seumur hidup “yang diperburuk”, yang lebih buruk daripada hukuman penjara seumur hidup yang normal.

Sebelumnya, Presiden Recep Tayyip Erdoğan telah mengatakan bahwa ia mendukung pemberlakuan kembali hukuman mati bagi para pelaku kudeta.

Kudeta gagal terhadap Erdoğan pada 15 Juli 2016 telah menyebabkan setidaknya 260 orang tewas dan 2.200 yang lainnya terluka.

Sejak saat itu, Pemerintah menindak keras seluruh pendukung upaya kudeta, antara lain memecat lebih dari 150.000 aparatur sipil negara dan menahan sekitar 50.000 orang.

Erdoğan mendukung pemberlakuan kembali hukuman mati bagi para pelaku kudeta. Ia pun mengutarakan bahwa para terdakwa sebaiknya memakai seragam khas penjara Teluk Guantanamo. Padahal, Turki sudah meniadakan hukuman mati pada 2004.

Otoritas Turki menuding satu gerakan loyalis seorang ulama Muslim, Fethullah Gülen, sebagai yang bertanggung jawab atas kudeta 2016 itu.

Gülen yang mengasingkan diri di Amerika Serikat sejak 1999 membantah segala tuduhan keji terhadapnya dan kelompoknya, yang dikenal sebagai hizmet (pelayanan).

Pemerintah AS pun sejauh ini menolak permintaan rezim Turki untuk mengekstradisi Gülen. Otoritas AS telah meminta Turki menunjukkan bukti keterlibatan Gülen dan/atau para pengikutnya dalam upaya kudeta, tetapi rezim AKP tidak sanggup memenuhinya.

Pembersihan–pencopotan orang-orang yang tidak dikehendaki oleh rezim dari posisinya masing-masing–Turki pascakudeta dilakukan di segala bidang, seperti militer, pengadilan, kepolisian, lembaga pendidikan, dan media. Mereka diberhentikan atau ditahan atas kecurigaan terhadap mereka karena menimbulkan perbedaan pendapat, terutama terhadap kebijakan rezim.

Para pengkritik Erdoğan menyatakan bahwa ia sedang menggunakan pembersihan Turki untuk melumpuhkan perbedaan pendapat dalam politik. (*/r)

About admin

Check Also

Dua Cuitan Akun Twitter Organisasi Jurnalis Independen Turki Diblok Otoritas Setempat

Turkinesia.com – Seorang hakim untuk Pengadilan Perdamaian Persekutuan Ketiga Istanbul, pada hari Selasa (10/10) waktu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *