Home / ekonomi / Proyek Mega, Kanal Borporus Erdogan Mendapat Kritik dari Berbagai Kalangan

Proyek Mega, Kanal Borporus Erdogan Mendapat Kritik dari Berbagai Kalangan

Plan pembangunan proyek kanal raksasa Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meninggalkan keresahan bagi kalangan aktivis lingkungan dan para petani di Turki. Kanal Istanbul ini rencananya jadi penghubung laut utara dan selatan, dengan panjang sekitar 45 kilometer.

Kanal ini dibangun untuk jalur pelayaran global utama agar memudahkan lalu lintas di selat Bosphorus. Rencana besar ini akan membuat peta Istanbul, salah satu kota terbesar di Eropa, harus digambar ulang. Membuat wilayah sisi barat Istanbul berubah menjadi sebuah pulau.

Sejumlah kritikus, salah satunya asosiasi arsitek nasional, telah mempertanyakan apakah perlu pembangunan kanal tersebut. Asosiasi ini mengingatkan pembangunan kanal akan menghancurkan tatanan arkeologi situs berusia 8,500 tahun di sekitar Istanbul, serta menyebabkan rusaknya lingkungan secara luas.

Situs Laguna Kucukcekmece, yang dibangun sekitar 6.500 SM akan hancur jika kanal tersebut tetap dibangun. Ekosistem yang sudah lama eksis di laguna, seperti ekosistem hewan laut maupun burung migran, berisiko rusak karena pengaruh hadirnya kanal tersebut.

Kanal itu diprediksi akan menghancurkan dua cekungan, sebagai suplai utama sepertiga air bersih untuk warga Istanbul. Berisiko besar terjadinya peningkatan tercemarnya (salinitas) aliran air bawah tanah, sebagai pengairan lahan pertanian.

Pernyataan tersebut seperti yang terlansir dari Reuters, Minggu (13/05) kemarin. “Proyek ini akan membuat kadar oksigen meningkat di Laut Hitam, berdampak langsung kepada populasi satwa liar di sana,” kutipan pernyataan TMMOB.

Lain dari itu, dalam lansiran Anadolu,Erdogan mengatakan proyek Kanal Istanbul ini akan tetap dikerjakan, dan menjadi prioritas pembangunan selepas pemilu Turki selesai digelar. Rencananya akan diciptakan tiga pulau buatan di lepas pantai Laut Marmara.

Aktivis lingkungan menyebut proyek ini akan menyebabkan polusi di sana. Penduduk Sazlibosna, desa dekat Istanbul, akan kehilangan lahan tani mereka seluas 400 meter persegi akibat pembangunan kanal tersebut.

Pembangunan itu akan menelan anggaran 16 miliar dollar Amerika (223,4 triliun Rupiah). Kanal ini jadi salah satu skema mega infrastruktur oleh Erdogan yang paling ambisius. Secara terbuka Erdogan pun menyebutnya sebagai “proyek gila miliknya”.

About admin

Check Also

Berat Albayrak, Menantu Erdogan Diangkat Jadi Menteri Keuangan, Lira Turki Anjlok Lagi

Lira Turki jatuh setelah Presiden Recep Tayyip Erdogan mengangkat menantunya, Berat Albayrak, sebagai Menteri Ekonomi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *