Home / info dunia / Kisah Seorang Tokoh Liverpudlian yang Memeluk Islam

Kisah Seorang Tokoh Liverpudlian yang Memeluk Islam

Puisi-puisinya dimuat dalam majalah the Crescent dan jurnal bulanan the Islamic World. Quilliam tidak hanya menulis puisi bertemakan Islam, tetapi juga dia sering membuat berbagai puisi cinta dan tentang kampung halaman keluarganya, the Isle of Man.

Berikut ini terdapat dua contoh puisi karya Quilliam, tokoh legendaris Liverpudlian—sebutan bagi penduduk asli Kota Liverpool:
Nil Desperandum!
Courage, brother! do not falter,
Dry your tears and cease from sighing;
Though clouds look black, they soon may alter,
And the sun will send them flying.
“Out of evil oft cometh good,”
Is a maxim to my liking,
The blacksmith well the iron beateth,
But ’tis better for his striking.
Work to-day and give up grieving,
Know that joy is born of sorrow,
And though to-day is rainy weather,
Hap ’twill brighter be to-morrow.
Grumbling doth not make our labour
The least bit more a pleasant task,
’Tis joyful heart that lightens trouble,
Contentment brings to those who ask.
First the childhood, then the manhood,
First the task and then the story,
’Tis after nightfall comes the dawning,
First the shade and then the glory.

Woodland Towers, Onchan, Isle of Man,
23rd October, 1904

Diterbitkan pertama kali dalam the Crescent pada 2 November 1904.

Kindliness
“Your smiling good-naturedly in your brother’s face
is charity”—Muhammad
As fair as the morning,
And as full of grace,
Is the bright friendly smile
On a good-natured face
As firm as a mountain,
Deny it who can,
Is the grasp of the hand,
Of the good-hearted man
As welcome as sunshine,
True warmth to impart,
Is the sweet kindly word
From a good natured heart
As pure as the dew-drop,
So tender, so dear,
Is the sympathy shown
By the good-natured tear

Woodland Towers, Onchan, Isle of Man,
6 Ramazan, 1324 (22nd October, 1906)

Diterbitkan pertama kali pada 24 Oktober 1906.
Pada 18 Februari 2018, Masjid Abdullah Quilliam dan Pusat Pusaka Abdullah Quilliam membuka pintunya untuk masyarakat umum sebagai bagian dari program Visit My Mosque yang diselenggarakan setiap tahun oleh Dewan Muslim Inggris Raya (MCB) yang membuka ratusan masjid di seluruh Inggris, termasuk beberapa masjid di Liverpool, dan melayani diskusi tentang Islam bagi masyarakat dari berbagai keyakinan maupun yang ateis sekalipun. (sumber foto: abdullahquilliam.com)

 

Pada 1908, Syaykh ul-Islam Abdullah Quilliam berangkat ke Konstantinopel dan tidak pernah pulang ke Liverpool sekembalinya dari sana.

Di tahun-tahun terakhir kehidupannya Prof. H. M. Leon tinggal di Onchan, Pulau Man, dan London.

Quilliam rahimahullāh berpulang ke rahmatullāh pada 28 April 1932 di London. Jenazahnya dimakamkan di pekuburan Brookwood, dekat Woking.

Muslim Inggris terkemuka lain, seperti Lord Headley, Muhammad Marmaduke Pickthall, dan Abdullah Yusuf Ali kelak dikuburkan di dekatnya.

Umat Muslim Barat, terutama para mualaf, memandang Quilliam sebagai pelopor jalan yang mereka tempuh. Warisannya dikelola oleh Abdullah Quilliam Society yang dibentuk pada 1996. (r)

 

 

 

 

 

Sumber Bacaan:
Anas, Muhammad Yusuf dan Lukman Santoso A.Z. 2013. Para Mualaf. Jogjakarta: Sabil.

Geaves, Ron. 2010. Islam in Victorian Britain: the Life and Times of Abdullah Quilliam. Leicestershire: Kube Publishing Ltd.

Singleton, Brent D. Editor. 2009. The Convert’s Passion: an Anthology of Islamic Poetry from Late Victorian and Edwardian Britain.
Rockville: Wildside Press LLC.

http://abdullahquilliam.com. Terakhir diakses pada 1 Juni 2018.

About admin

Check Also

Siswa Berprestasi Muncul Dari Sekolah yang Diminta Tutup Erdogan

JAKARTA — Minggu lalu masyarakat Afganistan dikejutkan dengan desas-desus bahwa pemerintah Turki meminta agar salah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *