Home / info dunia / Kisah Seorang Tokoh Liverpudlian yang Memeluk Islam

Kisah Seorang Tokoh Liverpudlian yang Memeluk Islam

Quilliam merupakan keturunan Manx—suku bangsa yang berasal dari Pulau Man (the Isle of Man) di Laut Irlandia yang pada awalnya adalah bangsa Kelt (Celts) dan mendapatkan pengaruh besar dari orang Norsemen dan bangsa Inggris—dan tumbuh sebagai Wesleyan Methodist (umat aliran Kristen Protestan yang berusaha untuk mengikuti metode atau teologi reformis evangelis abad kedelapan belas, John Wesley, dan saudaranya Charles Wesley), tetapi kemudian menjadi penganut Unitarianism—ajaran yang menegaskan bahwa Tuhan merupakan satu persona, bertentangan dengan Trinitas (Trinitarianism) yang menetapkan tuhan sebagai tiga sosok yang pada hakikatnya berdampingan dalam satu kesatuan.

Ayah Quilliam, Robert Quilliam, adalah seorang tukang arloji. Quilliam muda bersekolah di Liverpool Institute dan King William’s College.

Pada Oktober 1873, dia mengajukan permohonan kepada Alderman William Radcliffe (kelak menjadi Wali Kota Liverpool) agar dapat belajar ilmu hukum di Firma William Radcliffe and Smith.

Saat berusia 17 tahun itu, Quilliam sempat mengunjungi Maroko dalam rangka pemulihan kesehatannya karena penyakit dan kelak menjadi mualaf sepulang dari negeri Muslim di Benua Afrika itu.

Dia menjalani karier sebagai penulis artikel berbagai surat kabar dan majalah, reporter cadangan pada Liverpool Albion, serta editor surat kabar Good Templar dan majalah the Porcupine saat berusia 20 tahun. Pada periode ini, akhirnya dia diterima untuk belajar ilmu hukum.

Rumah Teras Brougham yang meliputi Institut Muslim Liverpool pada 2007. (sumber foto: John Bradley/Wikimedia)

 

Pada November 1878, dia lulus ujian akhir dan sebulan kemudian dia diakui sebagai pengacara. Sejak 16 Desember 1878, dia bekerja untuk dirinya sendiri sebagai pengacara yang berkantor di Jalan Church Nomor 28 Liverpool dan sambil melanjutkan pekerjaan jurnalistiknya hingga 1884.

Pada 1887, Quilliam menyatakan secara terbuka bahwa dirinya memeluk Islam, mengumpulkan para pengikut yang sependirian, dan membentuk Liverpool Moslem Society.

Kemudian pada 1889, didirikanlah sebuah masjid—masjid pertama di Inggris yang mampu menampung seratus Muslim—dan Liverpool Moslem Institute. Saat itu terbit sebuah buku the Faith of Islam karya Quilliam yang dicetak ribuan eksemplar dan diterjemahkan ke 13 bahasa lain, sehingga membuatnya tenar di dunia Islam. Pada 1890, buku Fanatics and Fanaticism juga terbit.

 

Pada 1891, terjadi peristiwa pemakaman Muslim pertama di Liverpool. Michael Hall, mantan pendeta Methodist yang menjadi mualaf, meninggal dan jenazahnya dimakamkan di pekuburan Liverpool. Di tahun itu, diadakan pernikahan Muslim pertama juga.

Dua tahun kemudian, Quilliam mendapatkan gelar kehormatan sebagai seorang Alim dari Universitas al-Qarawiyyin (جامعة القرويين)—sebuah masjid-sekolah/universitas Islam terkemuka di Fez (فاس‎), Maroko, yang juga merupakan universitas (dalam artian umum) pertama di dunia, masih aktif sejak 859.

Quilliam memberikan fatwa pertamanya agar tidak memerangi sesama Muslim di Sudan.

Pada 1894 Sultan Abdul Hamid II (21 September 1842–10 Februari 1918), Khalifah Utsmaniyah terakhir, menggelari Quilliam “Syaykh ul-Islam Kepulauan Inggris”, Imam umat Muslim di Inggris. Lima tahun setelah itu, Shah Persia pun mengapresiasinya sebagai Penasihat Persia di Liverpool.

Selain dikenal sebagai seorang ilmuwan, ulama, jurnalis, dan pengacara, Quilliam merupakan seorang pujangga. Dia adalah pengarang prosa fiksi dan penyair yang mahir. Quilliam pun terbukti sebagai penulis produktif karena telah menuliskan lebih dari lima puluh sajak sejak 1893 hingga 1907.

About admin

Check Also

Sabiha Gökçen: Pilot Tempur Wanita Pertama di Dunia

Jakarta, turkinesia.com — Sabiha Gökçen (lahir di Bursa pada 22 Maret 1913 dan wafat di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *