Home / hiburan / Kisah 18 Sapi Menjadi Buronan Kolonialis Israel
Cuplikan adegan film dokumenter animasi "the Wanted 18" (2014) yang mengisahkan delapan belas ekor sapi yang menjadi buronan kolonialis Israel. (Youtube)

Kisah 18 Sapi Menjadi Buronan Kolonialis Israel

Bayt Lahm, turkinesia.com — Sebuah kisah nyata tentang delapan belas ekor sapi yang menjadi buronan kolonialis Israel pernah terjadi pada 1988.

Kejadian itu merupakan suatu insiden yang absurd dalam sejarah konflik antara Palestina dan kolonialis Israel.

Peristiwa tersebut sungguh lucu nan menggelikan ketika tentara kolonialis Israel mencari-mencari sejumlah sapi “Intifâdhah”.

Sapi-sapi itu menjadi buronan militer kolonialis Israel ibarat para pejuang Intifâdhah Palestina.

Kehidupan bangsa Palestina sungguh memprihatinkan. Akibat ulah kolonialis Israel, bangsa Palestina tidak mampu berswadaya. Mereka terpaksa bergantung pada kolonialis.

Makanan dari kolonialis, buah-buahan dari kolonialis, air dari kolonialis. Satu-satunya yang tidak kolonialis kontrol ialah udara untuk bernafas. Demikian seperti yang diungkapkan oleh Jad Ishaq, seorang profesor geologi.

Kisah ini bermula saat Desa Bayt Sâhûr yang terletak di sebelah timur Kota Bayt Lahm, Tepi Barat, Palestina, membeli delapan belas ekor sapi dari seorang warga Israel penganut perdamaian.

Berkat sapi-sapi itu, warga Desa dapat memperoleh susu segar sendiri untuk mereka konsumsi sehari-hari.

Akan tetapi, militer kolonialis Israel tidak senang akan hal itu.

Seorang gubernur militer kolonialis Israel bersama pasukannya mendatangi Bayt Sâhûr. Hal pertama yang mereka lakukan ialah mengambil gambar setiap sapi.

Mereka menyuruh seorang warga pemilik sapi-sapi tersebut, Jalal Qumsieh yang juga seorang guru SMA, agar menjauhi peliharaannya itu.

Ketika Jalal menanyakan alasannya, “Sapi-sapi ini berbahaya bagi keamanan negara Israel,” jawab seorang tentara.

“Mereka tidak ingin kami memiliki susu kami sendiri. Mereka ingin kami membeli susu Tnuva mereka,” terang Virginia Saad, seorang pemilik kios jagal.

Kisah delapan belas sapi yang menjadi buronan kolonialis Israel itu didokumentasikan dalam sebuah film berjudul the Wanted 18.

The Wanted 18 adalah film dokumenter animasi Kanada-Palestina yang tayang pada 12 September 2014 di Festival Film Toronto.

Film itu menceritakan upaya orang-orang Palestina di Bayt Sâhûr untuk memulai industri susu lokal kecil selama Intifâdhah Pertama.

The Wanted 18 berdurasi 75 menit. Film ini terdiri dari wawancara dokumenter dengan sejumlah narasumber yang benar-benar terlibat saat kejadian, arsip rekaman, gambar-gambar, serta animasi stop motion–teknik animasi untuk membuat objek yang dimanipulasi secara fisik agar terlihat bergerak sendiri–hitam putih yang memeragakan kembali kejadian nyatanya.

Film tersebut disutradarai oleh Paul Cowan, seorang pembuat film asal Kanada, dan Amer Shomali, seorang seniman visual serta sutradara Palestina.

The Wanted 18 mewakili Palestina untuk Film Berbahasa Asing Terbaik pada Penghargaan Piala Oscar ke-88, tetapi tidak dinominasikan. (*/r)

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *