Home / Info Turki / Keluarga Turki Tenggelam di laut Aegean saat lari dari penyiksaan Rejim Erdogan

Keluarga Turki Tenggelam di laut Aegean saat lari dari penyiksaan Rejim Erdogan

Satu keluarga Turki berjumlahkan 5 orang tenggelam di laut Aegean saat menuju ke pulau Levos, Yunani. Mereka diduga mencoba melari diri tindak penganiayaan yang dilakukan oleh rejim pemerintah Erdogan yang zalim.

Nasum mengatakan kepada the Stockholm Center for Freedom (SCF) bahwa jasad yang baru saja diketemukan oleh petugas keamanan Yunani di Pulau Levos tersebut milik lelaki Turki bernama Huseyin Maden, seseorang yang diduga mempunyai hubungan dengan Gulen Movement, dan keluarganya.

Nasum juga mengatakan keluarga dari Maden di Kota Samsun Turki tidak mendapatkan kabar apa-apa dari mereka sejak beberapa hari terakhir. Jadi, dapat diperkirakan bahwa 5 jasad yang diketemukan oleh pemerintah Yunani adalah keluarga Maden.

Oleh karena itu, dia menambahkan, Huseyin Maden, istrinya Nur Maden, dan anak-anaknya Nadire Maden, Bahar Maden dan Feridun Maden tenggelam saat mereka berusaha melarikan diri dari penyiksaan Rejim Erdogan.

Rejim Erdogan menargetkan anggota-anggota dari Gulen Movement sebagai target utama ditangkap, dipenjara dan disiksa.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan oleh SCF Pemerintah Yunani mengirimkan data identitas yang mereka temukan di jasad milik korban, untuk dilakukan pemeriksaan apakah benar jasad-jasad tersebut milik keluarga Maden.

Berdasarkan berita dari media-media di Yunani pada tanggal 11 November lalu, pemerintah Yunani menemukan tiga jasad anak. Tiga anak tersebut diduga telah meninggal beberapa hari sebelumnya di pantai timur laut Yunani dan pemerintah daerah kepulauan Levos telah mulai melakukan investigasi.

Berdasarkan laporan, jasad anak laki-laki sudah mulai membusuk ketika ditemukan di daerah Mantamado -umurnya masih belum dapat diperkirakan. Jasad lain yang ditemukan anak laki-laki sekitar umur 12-13 dan anak perempuan yang berumur sama. Awalnya investigator memperkirakan mereka adalah pengungsi namun tidak ada seorang pun atau organisasi manapun yang melaporkan adanya orang yang hilang.

Menurut Levos News , kepolisian Yunani memperkirakan tiga jasad anak tersebut adalah bagian dari pengungsi yang hilang, namun tewas ketika hendak sampai ke tepi pantai. Mereka sedang menginvestigasi kasus ini dan menanyai beberapa pengungsi yang baru sampai ke Levos. Pengujian Post-Mortem diharapkan dapat membantu menemukan titik terang.

Banyak orang berusaha kabur dari Turki dengan cara ilegal karena pemerintah Turki membatalkan pasport mereka, seperti ribuan korban lainnya.

Turki selamat dari percobaan Kudeta yang kontroversial 15 Juli 2016 lalu, kudeta meninggalkan korban sebanyak 249 orang. Segera pemerintah Turki, partai berkuasa AKP, menyalahkan Gulen Movement dan Erdogan semakin menggenggam kekuatan dan berjalan menuju despotisme.

Fethullah Gulen adalah seseorang yang menginspirasi gerakan dan menolak semua tuduhan tentang keterlibatannya dalam perckbaat kudeta dan bahkan meminta pihak internasional untuk melakukan investigasi. Erdogan sendiri menyebut kudeta sebagai “anugrah dari Tuhan” sehingga pemerintah dapat melancarkan pembersihan terhadap terhadap simpatisan-simpatisan Gulen Movement yang berada dalam pemerintahan, demhumanisasi kepopuleran tokoh-tokoh, dan memasukkan mereka ke penjara.

Turki telah menangguhkan atau memberhentikan lebih dari 150,000 hakim, guru, polisi dan pegawai negri sipil pasca 15 Juli 2016. Kementrian Peradilan telah mengumumkan pada tanggal 13 Juli, bahwa ada sekitar 50,510 orang telah dipenjara dan 169,013 sedang menjalani proses legal dikarenakan tuntutan keterlibatan dalam percobaan kudeta.

Berbagai Sumber

About admin

Check Also

Dua Cuitan Akun Twitter Organisasi Jurnalis Independen Turki Diblok Otoritas Setempat

Turkinesia.com – Seorang hakim untuk Pengadilan Perdamaian Persekutuan Ketiga Istanbul, pada hari Selasa (10/10) waktu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *