Home / info dunia / Keindahan nan Teruji di Balik Jeruji Besi
Siapa yang menyangka bahwa seorang narapidana membuat gitar untuk musisi Meksiko-AS, Carlos Santana, saat dikurung di dalam lembaga pemasyarakatan. (foto: Pinterest)

Keindahan nan Teruji di Balik Jeruji Besi

Inisiatif pemerintah California bertepatan dengan sejumlah reformasi sejak 2011, ketika mahkamah agung AS memerintahkan untuk mengurangi kepadatan lapas.

Sekitar 117.500 tahanan di seluruh lapas di negara bagian California nantinya akan dibebaskan atau mungkin dibebaskan bersyarat.

“Kelas-kelas seni semata tidak mengubah pola pikir atau perilaku kriminal, tetapi mereka dapat mengubah perilaku selama berada di lapas,” jelas Mary Butler, presiden Chief Probation Officers California.

Program kelas seni di lapas-lapas California didukung oleh Gubernur Jerry Brown.

“Kesenian, dengan ekspresi kreatif dan disiplin, membantu menyiapkan para tahanan untuk kembalinya mereka ke masyarakat yang mungkin terjadi,” ucap Jerry.

Ada sedikit data ilmiah yang mendukung hipotesis bahwa program seni dapat mengurangi residivisme, tetapi Susan Turner, seorang profesor kriminologi, hukum, dan kemasyarakatan University of California, Irvine (UCI) sedang mengevaluasi inisiatif baru pemerintah California itu dengan asosiasi William James, LSM spesialis program seni nontradisional.

Tom Lackey, politikus Republik, mengunjungi program teater salah satu lapas di sekitar rumahnya. “Enam juta (dolar AS) bukan lelucon,” ungkapnya.

“Saya dapat katakan (program seni) itu membangun moral dan harga diri di antara para tahanan, yang sangat sulit dilakukan. Bagaimana Anda menentukan nilai seseorang dalam dolar? Ini sebuah investasi yang menghasilkan keuntungan,” tuturnya mengapresiasi program seni.

Penjualan karya seni lapas menjadi kontroversial. Peraturan di California dan sebagian besar negara bagian AS tidak memperkenankan para tahanan aktif terlibat dalam bisnis tanpa persetujuan kepala sipir. Akan tetapi, tiada yang dapat mencegah seorang tahanan mengirimkan karya seninya kepada anggota keluarganya yang dapat menjualkannya.

Para tahanan di lapas SQ telah memproduksi karya seni untuk kegiatan amal dan karya mereka telah dipamerkan. Sebagian besar karya itu ditempatkan di bangunan baru Hukum dan Kriminologi, Universitas Derby di Inggris.

 

About admin

Check Also

Sabiha Gökçen: Pilot Tempur Wanita Pertama di Dunia

Jakarta, turkinesia.com — Sabiha Gökçen (lahir di Bursa pada 22 Maret 1913 dan wafat di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *