Home / Info Turki / Hakan Sukur; Dari Pesepakbola Dunia hingga Menjadi pemilik Kedai Roti di California
foto: nytimes.com

Hakan Sukur; Dari Pesepakbola Dunia hingga Menjadi pemilik Kedai Roti di California

Siapa yang tidak mengenal Hakan Sukur? Bagi kamu yang kelahiran ’80 atau ’90-an dan suka sepakbola pasti tidak asing dengan nama tersebut. Ya, bagaimana tidak, dengan kepiawaian mengolah si kulit bundar dan intuisi mencetak gol di lapangan membuatnya menjadi penyerang yang cukup ditakuti lawan, terutama saat piala dunia 2002 di Korea dan Jepang.

Pada saat itu, masih teringat betul gol cepat yang dilesatkan Hakan Sukur ke gawang Korea Selatan. Sesaat play off dimulai, pemain timnas Korea memainkan bola di area bertahan, dan Hakan Sukur berhasil merebut bola lalu mendorongnya ke dalam kotak pinalti. Tanpa pikir panjang ia lesatkan bola ke sudut kanan gawang dengan tendangan seluncur kaki kirinya, sehingga menjadikannya sebagai pencetak gol tercepat di Piala Dunia dengan catatan 11 detik sejak pertandingan dimulai.

Dalam perjalanan karir sepakbolanya, Hakan Sukur mendapat gelar Khal (raja; bahasa Turki) karena produktivitas dalam mencetak gol dan beberapa musim menjadi top scorer di liga tertinggi turki bersama Galatasaray. Ia pun sempat menjadi penyerang utama di dua klub Italia, Torino dan Inter Milan, yang tidak kalah cemerlang permainannya.

Namun bagaimana kabarnya sekarang? Bak seperti wahana bianglala di taman rekreasi, perjalanan hidupnya berubah secara signifikan.
Sekarang ia menempuh jalan sebagai pemilik kedai roti. Kedai roti yang penuh cita rasa masakan Turki ini ia dirikan di California. Pasalnya selepas ia memutuskan untuk menentang otoritas pemerintahan Turki di bawah kepemimpinan Recep Tayyip Erdogan, ia menjadi salah satu pelarian sejak 2015.

Dilansir New York Times (8/5), Hakan Sukur mengaku sejak pelariannya dari buruan pemerintah Turki, hampir semua properti, usaha, rekening banknya di sita pemerintah Erdogan. Alhasil ia seakan memulai segala sesuatu dari awal lagi.

Bahkan ia tak segan untuk menyajikan hidangan tamu kedainya dan membersihkannya seorang diri. Dari sosok pahlawan seluruh masyarakat Turki menjadi seorang yang berjuang untuk bertahan dalam pelariannya tersebut.

Hal tersebut ia jalani dengan rasa syukur, meski rasanya sebagai seorang yang pernah menjadi sosok yang berhasil mengangkat nama baik negaranya di publik dunia sesuatu yang “luar biasa” bertolakbelakang. Hanya karena ingin kebebasan berbicara, membawanya tersingkir dari negaranya sendiri.

Ia meninggalkan negaranya tanpa istri dan anak-anaknya pada 2015 silam. Bahkan ayahnya terpaksa mengalami penahanan sebagai ganti dari dirinya yang melarikan diri.

Selepas setahun sejak penetapan penahanannya (2016), dan memulai usaha kedai roti khas Turki, ia memberanikan diri memboyong istri dan anak-anaknya untuk tinggal di pinggiran Palo Alto, California. Dan menjalani hidup bak orang biasa di sana, membuka usaha untuk bertahan hidup dan berbaur dengan siapa saja di sana yang sama-sama ingin hidup damai dan bebas tanpa intervensi politik atau apapun.

Awal mula Hakan Sukur dalam Pelarian

Setelah memutuskan pensiun pada 2008, ia terjun ke dunia politik. Bersama partai milik Erdogan, AKP, ia berhasil terpilih mengisi salah satu kursi parlemen di pemerintahan.

Bisa dibilang Hakan Sukur merupakan kader atau sekutu Erdogan sendiri, sebelum akhirnya ia memutuskan untuk menentang pemerintahan Erdogan yang ia anggap sudah tidak sesuai misi awal persekutuannya. Hakan Sukur pun memutuskan untuk menentang tegas pemerintahan Erdogan yang dirasa sudah terlalu otoriter.

Seperti sudah banyak diberitakan, sejak 2014 silam, Pemerintahan Turki di bawah komando Erdogan banyak diterpa kabar negatif, mulai dari korupsi, mendukung terorisme, otoritariam, hingga penumpasan kekuatan pihak oposisi.

Yang paling terasa yaitu, ketika otoritas Turki menyapu bersih pemerintahan dari pihak-pihak yang tidak sesuai dengan pemerintahannya. Dengan penahanan sekitar 60,000 orang dari berbagai kalangan, seperti jurnalis, akademis, lawan politik, dan pihak-pihak yang secara terbuka memiliki sudut pandang yang berbeda.

Kurang lebih ia menyatakan citranya sudah berubah dari seorang pahlawan menjadi ‘pelarian’ di mata masyarakat Turki yang ia cintai, sejak ia menyatakan pendapatnya. Hal itu diduga karena pengaruh publikasi media yang dikontrol langsung oleh otoritas.

Meski begitu ia tetap berusaha tabah dan bersyukur. Dibalik kesusahannya itu, ia berusaha tetap mengejar impian mulianya, yaitu mendirikan akademi sepakbola, di mana pun ia berada.

Source:

https://www.nytimes.com/2018/05/03/sports/hakan-sukur.html

https://kumparan.com/@kumparanbola/hikayat-hakan-sukur-kebebasan-dan-ketenangan-buronan-negara

About admin

Check Also

Hadiah Perpisahan dengan Juventus, Buffon Kawinkan Trofi Liga Serie A dengan Coppa Italia

Laga pekan ke-38 Liga Italia Juventus lawan Hellas Verona di Stadion Allianz, Turin Sabtu (19/5) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *