Home / Info Turki / Filantropi Berusia 86 Tahun Turut Ditahan dengan Dugaan Terkait Gerakan Gulen

Filantropi Berusia 86 Tahun Turut Ditahan dengan Dugaan Terkait Gerakan Gulen

Turkinesia.com – Pengusaha Turki berusia delapan puluh enam tahun Celal Afşar ditangkap, pada Kamis (05/07) waktu setempat, bersama putrinya, menantu laki-laki dan dua orang lainnya di provinsi Niğde sebagai bagian dari penyelidikan gerakan Gülen yang berbasis agama.

Pria yang dikenal sebagai seorang filantropis di kotanya tersebut, pernah menjadi tokoh yang diberitakan oleh TRT pada tahun 2011 yang menggambarkan hidupnya sebagai contoh dedikasi untuk amal. Afşar dituduh memberikan dukungan keuangan kepada “organisasi teroris.” Dirinya pun merupakan kepala cabang Niğde organisasi amal Kimse Yok Mu yang sekarang sudah ditutup.

Dilansir dari stockholmcf.org, Turki selamat dari upaya kudeta militer kontroversial pada 15 Juli 2016 yang menewaskan 249 orang. Segera setelah kudeta, Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) bersama dengan pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdoğan menyalahkan gerakan Gülen.

Saat itu, Fethullah Gulen, yang dituduh mengilhami gerakan itu, dengan tegas membantah memiliki peran apa pun dalam kudeta gagal dan menyerukan penyelidikan internasional ke dalamnya.

Di sisi lain, Media Barat saat itu pun menemukan kejanggalan dengan pidato Presiden Erdoğan selang terjadinya insiden memilukan Turki tersebut. -yakni menyebut upaya kudeta itu “sebuah karunia dari Tuhan”- dan pemerintah memulai pembersihan luas yang ditujukan pada membersihkan simpatisan gerakan tersebut dari dalam institusi negara, merendahkan tokoh-tokoh populernya dan menempatkan mereka dalam tahanan.

Tepat dua tahun sudah dari insiden tersebut, banyak insititusi sudah benar-benar ‘bersih’ dari pihak oposisi Presiden yang baru saja kembali terpilih menjadi pemimpin tertinggi Turki di era presidensial. Dengan cukup mudah ia memperkokoh posisinya kembali sebagai penguasa negara Otoman tersebut.

Dalam dua tahun pula Turki telah menangguhkan atau memberhentikan lebih dari 150.000 hakim, guru, polisi dan pegawai negeri sipil sejak 15 Juli 2016 lalu.

Pada 13 Desember 2017, Departemen Kehakiman mengumumkan bahwa 169.013 orang telah menjadi subyek proses hukum atas tuduhan kudeta sejak kudeta gagal.

Menteri Dalam Negeri Turki Süleyman Soylu mengumumkan pada 18 April 2018 bahwa pemerintah Turki telah memenjarakan 77.081 orang antara 15 Juli 2016 dan 11 April 2018 karena diduga terkait dengan gerakan Gulen.

About admin

Check Also

Dua Cuitan Akun Twitter Organisasi Jurnalis Independen Turki Diblok Otoritas Setempat

Turkinesia.com – Seorang hakim untuk Pengadilan Perdamaian Persekutuan Ketiga Istanbul, pada hari Selasa (10/10) waktu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *