Home / Info Turki / Dua Tahun Di Penjara Tanpa Bukti yang Jelas, Wartawan Senior Turki ini Tetap Tersenyum

Dua Tahun Di Penjara Tanpa Bukti yang Jelas, Wartawan Senior Turki ini Tetap Tersenyum

Turkinesia.com – Akun twitter pribadi Ahmet Turan Alkan, seorang kolumnis harian Zaman yang kini telah tutup membagikan sebuah foto bersama istrinya saat kunjungan terbuka di Penjara Silivri, Rabu (04/07) waktu setempat. Di penjara inilah jurnalis senior Turki ini ditahan selama hampir dua tahun.

Foto itu menunjukkan dia sedang memeluk istrinya, Süheyla. Senyum merekah terpancar dari kedua wajah mereka meski sedang berada di posisi yang paling tidak mengenakan.

Bagaimana tidak, wartawan yang ditangkap dengan tuduhan upaya kudeta gagal di Turki pada 15 Juli 2016, melanggar konstitusi, keanggotaan dalam organisasi teroris, menyebarkan propaganda organisasi teroris, dan membantu organisasi teroris. Alhasil Jaksa Penuntup meminta hukuman seumur hidup atas diri Alkan.

Selama sidang persidangan terakhirnya di Pengadilan Tinggi Pidana ke-13 di Istambul pada tanggal 8 Juni, Alkan mengatakan selama 23 bulan ia telah menghabiskan seluruh waktunya di penjara, meski organ-organ negara bagian yang memperkarakannya tidak menemukan bukti terhadap dirinya, selain artikel-artikelnya.

Baca Juga: [Gara-Gara Judul Artikel, Seorang Editor Ditahan]

Selama dua tahun ini, akunya lagi, apa yang ia miliki dalam hidupnya telah ‘dicuri’ darinya. Namun begitu dari foto yang bercaption ‘diambil oleh administrasi penjara’, ia masih bisa tersenyum dengan rasa syukur.

Di pengadilan itu pun ia mengatakan bahwa yang selalu dipermasalahkan selalu artikelnya pada 17-25 Desember 2013 tentang penyelidikan korupsi di lingkaran terdekat Recep Tayyip Erdoğan (pada saat itu menjabat sebagai Perdana Menteri).

“Jika Anda ingin memperkarakan saya dan menuntut hukuman seumur hidup, maka Anda harus datang dengan bukti yang sempurna, baru, dan tidak perlu dipertanyakan lagi. Bukan rumor yang ditemukan di sampah internet,” kata Alkan, seakan menekankan bahwa dia tidak akan meminta maaf kepada pemerintah karena “Masalah yang dia sebabkan” dengan artikelnya tersebut.

Sebagai seorang jurnalistik, pria yang seluruh rambut di wajahnya berwarna putih (uban), ia tetap mempertahankan kode etik jurnalistik meskipun ia diperkarakan oleh orang nomor satu di Turki ini. Sebab ia merasa tidak ada yang keliru atas apa yang ia pernah beritakan.

Baca Juga: [Kartunis Ini Dihukum Penjara karena Dianggap “Menghina” Erdoğan]

Lain dari itu Harian Zaman, harian swasta yang pernah menjadi surat kabar terlaris Turki ini, ditutup bersama dengan lusinan media lain karena tuduhan keterkaitannya dengan gerakan Gulen. Dituduh oleh pemerintah yang juga Partai Keadilan dan Pembangunan Turki (AKP) mendalangi upaya kudeta yang gagal 2016 lalu ini.

About admin

Check Also

Dua Cuitan Akun Twitter Organisasi Jurnalis Independen Turki Diblok Otoritas Setempat

Turkinesia.com – Seorang hakim untuk Pengadilan Perdamaian Persekutuan Ketiga Istanbul, pada hari Selasa (10/10) waktu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *