Home / info dunia / Dikabarkan Tewas Dibunuh, Wartawan Perang Antiputin Muncul di Muka Publik

Dikabarkan Tewas Dibunuh, Wartawan Perang Antiputin Muncul di Muka Publik

Kyiv, turkinesia.com — Seorang jurnalis Rusia yang dikenal sebagai koresponden perang, Arkady Babchenko, dikabarkan telah tewas dibunuh kemarin, Selasa (29/5), di kediamannya di Kyiv, Ukraina.

Arkady Babchenko (41) hadir dalam sebuah konferensi pers yang disiarkan oleh televisi Ukraina, Rabu (30/5) petang waktu setempat. Ia tampak baik-baik saja.

Kepala dinas keamanan Ukraina, Vasyl Hrystak, menyatakan dalam konferensi pers bahwa “pembunuhan” telah dilancarkan untuk membongkar agen-agen intelijen Rusia.

“Menurut informasi yang diterima oleh dinas keamanan Ukraina, pembunuhan jurnalis Rusia Arkady Babchenko diperintahkan oleh dinas keamanan Rusia,” terang Hrystak seperti dilansir oleh BBC.

Oleh sebab itu, diaturlah rekayasa pembunuhan Babchenko untuk menyelidiki kasus itu.

Sebelumnya, istri Babchenko mengatakan bahwa suaminya telah ditembak dari belakang saat ia meninggalkan apartemen mereka di Kyiv.

Rupanya, sang jurnalis tidak menceritakan kepada istrinya bahwa “pembunuhan” itu telah disandiwarakan.

“Permintaan maaf khusus kepada istri saya,” ungkap Babchenko.

Berdasarkan penjelasan pejabat Ukraina, Babchenko merekayasa pembunuhan dirinya agar polisi Ukraina dapat menginvestigasi segala ancaman terhadap kehidupannya.

Babchenko muncul dalam konferensi pers kepolisian Ukraina. Para jurnalis yang ingin mengetahui perkembangan kasus pembunuhannya saat itu terkejut atas kemunculannya. Ternyata ia masih hidup dan sehat.

Menurut laporan pembunuhannya, Babchenko ditemukan oleh istrinya di luar apartemen mereka; ia berdarah, ada beberapa bekas tembakan di punggungnya, dan ia tewas di dalam sebuah ambulans.

Selasa (29/5), kepolisian Ukraina mengumumkan bahwa Babchenko ditembak tiga kali di punggungnya ketika ia meninggalkan apartemennya untuk membeli roti. Bahkan, seorang pejabat Ukraina menyatakan kepada media bahwa Babchenko tewas di ambulans dalam perjalanan ke rumah sakit.

Babchenko meminta maaf kepada istrinya, Olechka, dalam konferensi pers tersebut. “Olechka, saya sangat menyesal,” ujarnya, “namun tiada pilihan lain.”

“Operasi ini disiapkan selama dua bulan,” ungkap Babchenko dalam konferensi pers itu tentang persiapan rekayasa pembunuhannya yang tidak diketahui oleh keluarga terdekatnya sekalipun.

Kementerian Luar Negeri Rusia memberikan pernyataan bahwa Rusia senang bahwa Babchenko masih hidup.

Juru bicara Kemenlu, Maria Zakharova, berkata bahwa rekayasa pembunuhan itu telah dilakukan demi “efek propaganda”, seperti dilaporkan oleh kantor berita Rusia Interfax.

Babchenko yang diketahui sebagai pengkritik Presiden Vladimir Putin dan rezim Rusia melarikan diri bersama keluarganya ke Ukraina pada Februari 2017 setelah mendapatkan berbagai ancaman karena kirimannya di media sosial.

Babchenko sangat kritis terhadap Pemerintah belakangan ini. Ia mengkritisi Rezim karena menganeksasi Krimea dari Ukraina. Ia pun mendukung para separatis di sebelah tenggara Ukraina.

Saat meninggalkan Rusia, Babchenko menulis bahwa negerinya merupakan “sebuah negara yang saya rasa tidak aman lagi untuk saya tinggali,” seperti dikutip oleh Guardian.

Jumlah para jurnalis dan warga Rusia antiputin yang telah tewas dibunuh di Kyiv masih belum terungkap. (r)

About admin

Check Also

Siswa Berprestasi Muncul Dari Sekolah yang Diminta Tutup Erdogan

JAKARTA — Minggu lalu masyarakat Afganistan dikejutkan dengan desas-desus bahwa pemerintah Turki meminta agar salah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *