Home / hiburan / Benang Merah Black Hawk Down dan 13 Hours: the Secret Soldiers of Benghazi

Benang Merah Black Hawk Down dan 13 Hours: the Secret Soldiers of Benghazi

Jakarta, turkinesia.com — Film Black Hawk Down (2001) dan 13 Hours: the Secret Soldiers of Benghazi (2016) memiliki kesamaan dalam beberapa hal. Selain sama-sama film perang buatan Amerika Serikat (AS), berikut ini data amatan perbandingan keduanya.

Terinspirasi oleh Peristiwa yang Sesungguhnya
Black Hawk Down (BHD) menggambarkan perang di Ibu Kota Somalia, Mogadishu, pada 1993. BHD mengisahkan jatuhnya dua helikopter UH-60 Black Hawk (buatan) Sikorsky milik resimen penerbangan operasi spesial 160 (160th SOAR) AS, yaitu Super Six-One dan Super Six-Four.

Sebagian pihak dan tokoh-tokoh yang difilmkan sesuai dengan pelaku sejarah, seperti batalion pertama 160th SOAR, detasemen Delta, dan batalion ketiga resimen Ranger 75 AS, serta seorang pemimpin suatu faksi di Somalia, Mohamed Farrah Hassan Aidid.

Meskipun begitu, ada pula ketidakakuratan dan timbul kontroversi. Misalnya, peran negara lain yang tergabung dalam pasukan operasi Somalia II PBB (UNOSom II), selain AS, yakni Malaysia dan Pakistan tidak difilmkan sedikit pun. Padahal, masing-masing satu tentara dari kedua negara itu gugur dalam Pertempuran Mogadishu pada 1993.

Brigjen. (Purn.) Abdul Latif Ahmad, yang saat itu menjadi komandan pasukan Malaysia di Mogadishu, menyatakan kepada kantor berita AFP, BHD akan mengesankan para penonton Malaysia bahwa pertempuran di medan perang yang sesungguhnya hanya diikuti oleh tentara AS saja, sedangkan tentara Malaysia dikirim ke sana hanya sebagai sopir bus semata yang mengangkut tentara AS.

13 Hours: the Secret Soldiers of Benghazi (13 Hours) mendeskripsikan serangan di Benghazi, Libya, pada 2012. 13 Hours berfokus pada kisah enam anggota keamanan AS yang berusaha menyelamatkan duta besar J. Christopher Stevens–dan yang lainnya–yang tewas pada akhirnya.

Kritik terhadap 13 Hours bermunculan, antara lain dari masyarakat Libya yang sebenarnya justru berkontribusi besar dalam menyelamatkan sang duta besar (dubes) AS. Menteri Kebudayaan dan Informasi Libya, Omar Gawaari, mengungkapkan 13 Hours berlebihan dalam menunjukkan kepahlawanan tim keamanan AS, padahal mereka gagal total menyelamatkan dubes Stevens dan yang lainnya.

Berdasarkan Buku Nonfiksi
Kedua film dibuat berdasarkan buku nonfiksi. Itulah mengapa pada unsur sebelumnya, keduanya disebut terinspirasi oleh peristiwa yang sesungguhnya.

Film BHD berdasarkan buku Black Hawk Down: A Story of Modern War (1999) karya seorang jurnalis dan penulis AS, Mark Bowden (65).

Begitu pula film 13 Hours, berdasarkan buku 13 Hours: the Inside Account of What Really Happened in Benghazi
yang ditulis oleh seorang profesor jurnalisme Mitchell Zuckoff, bersama beberapa anggota tim keamanan AS ketika serangan di Benghazi pada 2012.

Judulnya yang Sama dengan Bukunya
Judul kedua film sama atau mirip dengan judul kedua buku yang mendasari pembuatannya. Film BHD hanya mengutip judul utama buku bergenre perang dan nonfiksi historis itu. Sedangkan, film 13 Hours mengadaptasi judul utama buku bergenre drama aksi tersebut dan mengganti subjudul buku itu dengan menekankan peran tim keamanan pada subjudulnya.

AS Luluh Lantak
Hollywood AS sedang jujur tentang kegagalan total dan kekalahan telak militer AS dalam perang. Dalam BHD, dua helikopter AS ditembak jatuh dengan granat berpendorong roket (RPG). Pasukan militer AS kocar-kacir. Faktanya, belasan tentara AS tewas, puluhan terluka, dan seorang tertawan dalam pertempuran di Mogadishu, Somalia, pada 3 dan 4 Oktober 1993.

Adapun dalam 13 Hours, tewasnya empat warga AS, yakni dubes Stevens, Sean Smith, pejabat manajemen informasi layanan luar negeri AS, serta dua orang pekerja kontrak CIA, Tyrone S. Woods dan Glen Doherty yang sesuai fakta sejarah itu menunjukkan gagal dan kalahnya pihak AS.

Tempat Kejadian Perkara
Kisah keduanya terjadi di benua hitam. BHD berlatar di ibu kota negeri yang memiliki garis pantai terpanjang di Afrika yang berada di ujung tanduk benua itu, yaitu Mogadishu. Sementara itu, 13 Hours merupakan kejadian bertahannya warga AS atas serangan di Kota Benghazi, kota terbesar di daerah Cyrenaica dan terpadat kedua di Libya, Afrika Utara.

Lokasi Pengambilan Gambar
Maroko menjadi lokasi pembuatan kedua film. BHD dibuat di Ibu Kota Maroko, Rabat, dan dua kota yang lain, yakni Salé dan Kénitra. Menurut catatan produksi yang dimuat di cinema.com, pengambilan gambar dimulai pada Maret 2001 di Kota Salé dan selesai pada Juni 2001.

Selain di Maroko, Malta merupakan lokasi pengambilan gambar 13 Hours. Produksi dimulai pada 27 April 2015. Satu set besar dibangun di Ta’ Qali, Malta, sebulan sebelumnya.

Adzan
Adzan mengambil bagian di dalam kedua film. Berlatar di negeri mayoritas Muslim, adzan tentunya menjadi indikator karena merupakan panggilan shalat.

Senja telah tiba, pertempuran Mogadishu pun berjeda. Beberapa tentara AS yang menunggu dievakuasi di dalam suatu bangunan dapat “bernafas” sejenak. Namun, sang komandan mewanti-wanti para anggotanya. “Tetap waspada. Mereka beristirahat sebentar hanya untuk shalat,” katanya. Kamera menyorot seorang muadzin di minaret Masjid yang mengumandangkan adzan Maghrib.

Meski dini hari, serdadu AS yang bertahan di kediaman takresmi diplomat di Benghazi tetap waspada. Mereka tengah menunggu bala bantuan. Tidak lama kemudian, dari kejauhan, mata kamera mengarah seorang muadzin di minaret Masjid yang memanggil jamaah shalat Shubuh.

Kesamaan yang terakhir itu menarik. Rentang waktu rilis kedua film cukup jauh, sekitar 15 tahun. Uniknya, adegan adzannya sama, dilakukan di minaret atau menara masjid, dan tanpa pengeras suara. Entah, untuk kebutuhan film atau memang di Somalia dan Libya masih ada adzan seperti itu. Adegan adzan Maghrib dan Shubuh itu sungguh mengesankan. (r)

About admin

Check Also

Gelaran Midnight Sale di GI Jaring 100.000 Pengunjung

Program diskon tengah malam atau midnight sale yang digelar Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *