Home / info dunia / Aljazeera Sebut Hasil Pemilu Turki Karena ‘Nyanyian’ Semua Media Sama

Aljazeera Sebut Hasil Pemilu Turki Karena ‘Nyanyian’ Semua Media Sama

Turkinesia.com – Sudah dipastikan Recep Tayyip Erdogan kembali menduduki singgasana pemerintahan Turki. Dengan kemenangannya di pemilu kali ini memastikan dirinya menjadi presiden Turki pertama di era Turki yang presidensial.

Serta, pemimpin yang banyak dibalut isu-isu kontroversi ini menjadi menduduki posisi tertinggi di pemerintahan (baik sebagai Perdana Menteri, Presiden Parlementer, dan akhirnya sebagai Presiden Presidensial). Dengan masa berkuasa sejak 2003, terhitung 15 tahun selepas meninggalkan posisinya sebagai Walikota Istanbul.

Yang menjadi menarik, salah satu media besar di jazirah Arab, Aljazeera, menyebut tak tergoyahkannya Erdogan di puncak komando utama Turki karena kontrol yang kuat terhadap pemberitaan media-media di Turki. Terutama bagi media-media yang berseberangan dengan alur politiknya.

Baca Juga: [Erdogan, Ince, dan Sejarah Pemilu Presidensial Pertama di Turki]

Aljazeera melaporkan bahwa Erdogan bisa mengambil langkah lebih jauh dan berbicara tentang ‘satu media dan satu suara’, hanya milik Erdogan sendiri. Bahkan menyebutkan bahwa upaya ini sebagai kampanye tertutup yang dilakukan Erdogan untuk mendapat kemenangan pada pemilu kali ini.

Media pemerintah Turki (TRT) pun, yang terutama, sepenuhnya di bawah kontrol presiden usungan partai AKP ini. Media swasta turut kontrol tetap ‘berada’ di sisinya.

Baca Juga: [Media Swasta Turki pun Meminimalisasi Ulasan terhadap Oposisi]

Media yang tidak berpihak ditutup, dengan jumlah ratusan outlet. Alasannya dituduh sebagai terorisme atau melakukan aksi terorisme.

Media swasta besar yang tetap mempertahankan keindependensiannya terpaksa tutup, yakni surat kabar Zaman dan Cihan News Agency untuk broadcasting. Serta masih ada beberapa media lain yang berseberangan dengan Erdogan pun turut mengalami nasib yang serupa.

Baca Juga: [Gara-Gara Judul Artikel, Seorang Editor Ditahan]

Tercatat sejak 2003 berkuasa, telah telah melakukan pengawasan restrukturisasi ruang media Turki. Ratusan wartawan bahkan dipenjarakan dengan tuduhan yang sama. Wartawan yang berhasil mengindari penahanan melarikan diri ke negara-negara lain untuk mencari keselamatan.

Baca Juga: [(Video) Animasi Tentang Kisah Gokhan Acikkolu, Guru yang Ditahan Turki]

Dari arsip berita Reuters pun banyak diberitakan bahwa tidak hanya media yang mengalami kontrol politik, dunia pendidikan, kemiliteran, kepolisian, kehakiman, dan sampai aparatur pemerintahan lain turut mengalaminya dengan tuduhan yang sama pula.

Dengan kemenangan ini, menurut pengkritiknya, Erdogan akan memiliki kekuatan penuh untuk membungkam perbedaan pendapat dan kebebasan media dengan lebih kuat. Namun Erdogan mengklaim dengan kemenangannya ini, akan mengembalikan perekonomian Turki menjadi lebih baik.

 

About admin

Check Also

Dua Cuitan Akun Twitter Organisasi Jurnalis Independen Turki Diblok Otoritas Setempat

Turkinesia.com – Seorang hakim untuk Pengadilan Perdamaian Persekutuan Ketiga Istanbul, pada hari Selasa (10/10) waktu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *